Jogja Bakal Lakukan Tracing Digital Covid-19, Begini Mekanismenya?

Foto ilustrasi. - Ist/dok Polda DIY
27 Juli 2021 19:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY siap melaksanakan tracing digital di Sistem Informasi Pelacakan (SILACAK) dari Kementerian Kesehatan. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan melalui tracing digital akan lebih baik karena kondisi yang terkonfirmasi positif baik di selter pusat maupun rumah-rumah dapat segera diketahui.

“Ini juga bisa menjadi sarana bagi Dinas Kesehatan atau nakes-nakes untuk mengetahui secara persis kondisi pasien yang isolasi terpusat maupun mandiri,” kata Baskara Aji, Selasa (27/7/2021)

Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokoler (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan hasil tracing kontak erat pasien Covid-19 nantinya akan dimasukkan dalam aplikasi https://silacak.kemkes.go.id/, sehingga datanya real time dan terintegrasi.

Sementara untuk proses tracing, alurnya seperti yang biasa dilakukan oleh para tracer dari tenaga kesehatan, relawan, dan TNI-Polri. Tugas tracer mengikuti sebagai berikut, yakni memperoleh data notifikasi kasus positif dari puskesmas, melakukan wawancara kasus dengan menghubungi yang terkonfirm data notifikasi, melakukan tracing dengan mengidentifikasi dan melakukan wawancara kepada akontak erat dengan telepon atau langsung.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 RI 27 Juli, Tambah 45.203 Positif dan Meninggal 2.069 orang

Kemudian melakukan list dan mengembangkan list kontak erat dari informasi dengan minimal satu konfirmasi 15 kontak erat, melakukan edukasi untuk kesediaan pemeriksaan swab kepada kontak erat dan memberikan instruksi untuk karantina selama menunggu hasil swab, melakukan swab (puskesmas) dan menatalaksana, mengirimkan spesimen dan melakukan pencatatan pelaporan.

Selain itu, tracer juga melakukan edukasi dan menginstruksikan untuk karantina bagi yang negatif antigen selama lima hari dan melakukan test ulang swab antigen, memberikan informasi kepada pasien terkonfirmasi dan instruksi isolasi, mengkomunikasikan dengan satgas setempat untuk dukungan lingkungan, dan mengkomunikasikan kebutuhan layanan rumah sakit dan atau selter kepada satgas dan puskesmas

“SDM [tracer] berasal dari petugas kesehatan di puskesmas, rekrutmen relawan dengan pembiayaan BOK APBN, relawan komunitas dengan pembiayaan mandiri komunitas. Babinsa dan Babinkamtibmas yang selama ini sebagai pendukung dengan pembiayaan BOK,” kata Ditya.