Sapda Luncurkan Panduan Produksi Konten Media Ramah Disabilitas

Ilustrasi. - Freepik
30 Juli 2021 09:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JETIS – Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) meluncurkan buku Panduan Produksi Media Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas. Buku ini bisa membantu media, pemerintah, swasta dan pembuat konten lainnya dalam menyampaikan informasi kepada kelompok orang disabilitas seperti gangguan pendengaran, penglihatan, dan intelektual.

Sebagai bagian dari Proyek ACTION (Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to Covid-19) atau Warga Aktif Membangun Solidaritas dan Ketahanan dalam Menghadapi Covid-19 atau), buku panduan ini berisi langkah-langkah untuk memproduksi materi media yang aksesibel seperti video, infografis, poster, dokumen, dan presentasi. Adapula penjelasan teknik pendistribusian materi media yang aksesibel melalui media sosial, aplikasi pesanan, dan situs web.

BACA JUGA : Difabel Masih Terkendala Akses Fasilitas Umum

Proyek yang mendapat pendaan dari Uni Eropa ini berada dalam koordinasi lembaga Hivos. Adapun yang mengimplementasikan di lapangan yaitu SAPDA, Institut KAPAL Perempuan, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), dan Pamflet Generasi di lima provinsi di Indonesia.

Menurut Direktur SAPDA, Nurul Saadah, yayasannya bertugas menyusun panduan produksi media ini. SAPDA ingin memastikan bahwa semua media yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan informasi, termasuk bagi penyandang disabilitas dengan berbagai bentuk penyampaiannya. Panduan dan contoh yang ada bisa menjadi referensi bagi produsen media.

“Selama ini pegiat dan produsen media menghadapi tantangan terkait cara menyampaikan informasi melalui media yang tepat kepada audiens penyandang disabilitas. Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan membuat mereka sulit melakukan penyesuaian media terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas yang beragam. Pegiat dan produsen media juga memiliki kesadaran yang kurang tentang keberadaan anggota masyarakat penyandang disabilitas,” kata Nurul dalam diskusi daring peluncuran buku Panduan Produksi Media Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas, Kamis (29/7/2021).

BACA JUGA : Bantuan Terhenti, Penyandang Disabilitas di Solo Kesulitan

Manajer Program ACTION-CISDI, Citra Kusuma mengatakan apabila informasi yang tepat sangat penting dalam komunikasi risiko dan informasi. Jenis informasi ini harus tersedia bagi semua orang tanpa ada yang tertinggal.

“Dengan adanya media aksesibel untuk seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan keluarganya. Semua orang harus ikut ambil bagian dalam pencegahan penularan Covid-19,” kata Citra.

Direktur Eksekutif Hivos, Edwin Huizing, masyarakat dan institusi harus menghormati semua hak asasi manusia, termasuk kelompok rentan dan masyarakat yang terpinggirkan. Perlu juga meningkatkan kesadaran di antara produsen media, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga lain tentang pentingnya informasi yang inklusif dan aksesibel. Terlebih di masa pandemi ini, ketika informasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Itu membuat pekerjaan proyek ACTION sangat relevan. Bersama dengan mitra lokal dalam proyek ACTION, kami dapat memastikan penyandang disabilitas memiliki akses ke fasilitas kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi dan sosial,” kata Edwin.