Sempat Batuk 5 Hari, Seorang Pria di Kulonprogo Ditemukan Meninggal Dunia

Sejumlah petugas Polri dan PMI Kabupaten Kulonprogo menggunakan baju hazmat saat berupaya untuk mengevakuasi korban meninggal dunia di rumah yang berada di wilayah Pedukuhan Wonosidi Kidul, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo, pada Minggu (1/7/2021). - Ist.
02 Agustus 2021 12:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Mayat seorang pria ditemukan di sebuah rumah yang berada di wilayah Pedukuhan Wonosidi Kidul, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo, pada Minggu (1/7/2021). Evakuasi mayat bahkan dilakukan oleh petugas dengan menggunakan baju hazmat.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun oleh polisi, sosok mayat yang ditemukan tersebut diketahui bernama Suntoro, 66, warga Pedukuhan Wonosidi Kidul, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo.

BACA JUGA : Pemakaman Pasien Covid-19 di Bantul Melonjak

"Warga yang berada di sekitar rumah korban menuturkan jika almarhum memang hidup sendiri. Suntoro juga diketahui mempunyai riwayat penyakit diabetes dan sempat batuk-batuk selama kurun waktu lima hari terakhir," kata Iptu Jeffry pada Senin (2/8/2021).

Lebih lanjut, sewaktu almarhum masih hidup diketahui jika penglihatan Suntoro juga sudah tidak sempurna. Mata almarhum tidak berfungsi dengan baik. Dalam lima hari terakhir, korban juga diketahui berdiam diri di dalam rumah.

"Di dalam rumah hanya melakukan aktivitas makan, tidur, dan keluar kamar juga hanya jika ingin buang air besar atau kecil. Informasi tersebut didapatkan oleh polisi dari keterangan salah satu saksi," ujar Jeffry.Penemuan mayat Suntoro diketahui pertama kali warga sekitar yang ingin menyambangi almarhum. Sejumlah warga mendatangi korban pada Minggu (1/8/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban pada waktu itu diketahui berdiam diri di dalam kamar. Setelah dicek oleh warga di dalam kamar, tercium aroma tidak sedap muncul dari dalam kamar. Tubuh Suntoro juga diketahui sudah terbujur kaku. Mengetahui hal tersebut, akhirnya warga menghubungi jajaran Polsek Wates," kata Jeffry.

Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas akhirnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Evakuasi jasad Suntoro juga dilakukan dengan menggunakan baju hazmat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Bantul Darurat Covid, APD Kian Sulit Dicari

"Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Wates. Berdasarkan catatan dari dokter, mulut dan hidung korban sebelah kiri mengeluarkan darah. Korban diduga mengembuskan nafas terakhirnya enam jam sebelum dilaksanakannya pemeriksaan oleh dokter," ujar Jeffry.

Adapun, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter, tidak ditemukan luka-luka akibat upaya penganiayaan yang dialami oleh almarhum Suntoro. "Saat ini, jasad korban juga sudah diberikan kepada keluarga untuk disemayamkan," terang Jeffry.