Pemakaman Pasien Covid-19 di Bantul Melonjak, Sukarelawan Butuh Bantuan APD

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
28 Juni 2021 14:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tingginya intensitas pemakaman di Bantul, beberapa hari terakhir, telah membuat relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul mengalami kesulitan dalam penyediaan alat pelindung diri (APD). Oleh karena itu, FPRB Bantul berharap agar ada bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul dalam penyediaan APD.

Ketua FPRB Bantul Waljito mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, stok APD yang digunakan untuk pemakaman jenazah Covid-19 semakin menipis. Hal ini menyusul peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Padahal APD adalah kebutuhan vital dan harus ada saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Ngeri! Malapraktik di Jepang, Vaksin Kadaluawarsa hingga Jarum Suntik Bekas

“Untuk itu kami berharap kendala menipisnya stok ini bisa dibantu oleh Gugus Tugas Covid-19. Kami juga berharap agar Pemkab Bantul juga memberikan perhatian kepada relawan. Paling tidak diberikan suplai logistik standar dan vitamin. Selain itu, kami juga butuh cek kesehatan dan swab berkala untuk memastikan kesehatan para relawan.

Sementara Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Joko B Purnomo mengatakan sejauh ini BPBD Bantul tengah membuat usulan anggaran ke BNPB terkait dengan upaya membackup kinerja dari FPRB. “Namun, secara pastinya programnya seperti apa, saya belum banyak mengetahui,” ucap Joko.