Cegah Penyebaran Varian Delta, Sleman Belum Melonggarkan Aktivitas Masyarakat

Foto Ilustrasi Petugas Gabungan. - Harian Jogja/Jumali
13 Agustus 2021 07:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sekda Sleman Harda Kiswaya, memastikan saat ini Kabupaten Sleman masih menerapkan PPKM Level 4, sehingga tidak ada pelonggaran mobilitas dibanding PPKM periode sebelumnya. pemantauan terus dikoordinasikan bersama pihak-pihak terkait.

“Jadi tidak ada pengendoran. Saya koordinasi untuk terus pemantauan di wilayah, kepada lurah-lurah untuk antisipasi tetepjaga protokol kesehatan. Jadi tidak ada pelonggaran mobilitas karena levelnya masih 4,” ujarnya.

BACA JUGA : PPKM Level 4 di DIY Diperpanjang, Ini Aturan Barunya

Kemudian untuk penyekatan lalu lintas menurutnya masih tetap dilakukan oleh kepolisian maupun TNI, di titik-titik tertentu. “Penyekatan masih, kami berkoordinasinya dengan Polres dan Dandim,” kata dia.

Meski kasus Covid-19 masih tinggi dengan puncaknya pada Juli lalu, sampai saat ini dominasi varian delta belum dapat disimpulkan. Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Kepereawatan (FKKMK) UGM, Gunadi, mengatakan belum ada lagi Whole Genome Squencing (WGS) untuk menunjukkan keberadaan varian delta.

Adapun data terakhir yang ada menunjukkan sebanyak 20 kasus positif di DIY yang merupakan varian delta, dengan rincian 9 anak-anak dan 11 dewasa. Hasil ini didapatkan melalui WGS dengan pengambilan sampel pada 5 Juli dan didapatkan hasilnya 10 Juli.

BACA JUGA : Objek Wisata Jogja Ditutup hingga 16 Agustus, Bus Wisata Akan Dipusatkan di Giwangan

Pasca WGS tersebut, hingga kini belum dilakukan WGS untuk melihat perkembangan varian delta. “Kalau mendominasi belum bisa disimpulkan. Karena kan delta baru 20 kasus [data terakhir]. Belum ada WGS lagi. Kami masih menunggu reagen,” ujarnya.