Advertisement

Mengaku Polisi, Warga Banguntapan Tipu Perempuan Ngaglik Senilai Rp240 Juta

Lugas Subarkah
Minggu, 22 Agustus 2021 - 15:07 WIB
Nina Atmasari
Mengaku Polisi, Warga Banguntapan Tipu Perempuan Ngaglik Senilai Rp240 Juta Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang pria pengangguran, HB, 32 tahun warga Kapanewon Banguntapan, Bantul, diringkus Polres Sleman setelah melancarkan aksi penipuannya. Saat menipu korbannya, HB mengaku sebagai anggota Polsek Gondokusuman, Kota Jogja.

Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, menjelaskan pelaku menipu korban dengan mendekatinya terlebih dahulu melalui komunikasi whatsapp. Adapun korban yakni FR, perempuan 29 tahun warga kapanewon Ngaglik.

“Saat ini, pelaku sudah kami periksa dan hasil pemeriksaan memang pelaku menipu korbannya dengan mengaku sebagai anggota polisi. Maka dari itu, kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati, apalagi terhadap orang yang baru dikenal,” ujarnya, Minggu (22/8/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kejadian bermula dari perkenalan pelaku dengan korban yang kemudian berlanjut dengan komunikasi yang lebih intens melalui whatsapp, pada Desember 2020 lalu. Dalam perkenalannya, pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Gondokusuman, Kota Jogja.

Baca juga: Diparkir di pinggir jalan, Pikap Milik Warga Kasihan Dicuri

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga memasang foto dirinya mengenakan kaos dan masker dengan lambang kepolisian, serta ada juga fotonya yang membawa semacam senjata api. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui jika senjata itu hanya mainan.

Tidak hanya komunikasi, pelaku dengan korban pun sempat beberapa kali bertemu. Kemudian pada Maret 2021, pelaku mengatakan ingin meminjam uang kepada korban, dengan alasan untuk mengembangkan bisnis rental mobilnya. Pelaku bahkan memberi jaminan berupa empat unit mobil yang diakui miliknya, kepada korban.

Setelah mempercayai tipu daya pelaku, korban pun memberikan pinjaman kepada pelaku total sebesar Rp240 juta dengan cara ditransfer beberapa kali. Namun setelah peminjaman tersebut, korban kesulitan menghubungi pelaku.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 di Jogja Bertambah, Ini Lokasinya

Advertisement

Korban pun telah berupaya mendatangi Polsek Gondokusuman, Kota Jogja, untuk mencari keberadaan pelaku. Namun pencariannya sia-sia lantaran petugas menyatakan jika pelaku bukanlah anggota kepolisian. Korban pun lantas melaporkan aksi pelaku kepada Polres Sleman.

Setelah melalui proses penyelidikan, polisi berhasil menangkap HB di sekitar Polsek Gondokusuman, Kota Jogja, pada Senin Selasa (17/8) sekira pukul 23.45 WIB. Atas perbuatannya, HB dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Suap Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Divonis Penjara 6 Tahun

News
| Rabu, 28 September 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement