Sleman Genjot Vaksinasi Pelajar

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
24 Agustus 2021 08:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Setelah vaksinasi pada guru dan tenaga pendidik (tendik) hampir mencapai 100%, kini Pemkab Sleman menggencarkan vaksinasi untuk pelajar. Selama dua minggu kedepan, vaksinasi khusus pelajar dilakukan di sejumlah SMP.

Kepala DInas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menjelaskan saat ini pihaknya tengah melaksanakan vaksinasi di sejumlah SMP selama dua minggu kedepan, sembari mendata berapa banyak pelajar yang belum dan sudah divaksin di luar sekolah.

BACA JUGA : Vaksinasi Pelajar Baru 50%, Jogja Belum Berencana Buka Sekolah

“Vaksinasi itu baru kita data. Ada sekolah yang baru separo, ada yang sudah ada, ada yang belum sama sekali. Tapi kita push terus. Minggu ini vaksin pelajar dari senin sampai minggu. Minggu depan juga iya,” ujarnya, Senin (23/8/2021).

Untuk pelajar yang divaksin, yakni yang berusia di atas 12 tahun, kebanyakan adalah murid SMP. Di Sleman, ada sebanyak 119 SMP negeri dan swasta serta 30 MTS, dengan total murid sekitar 48.000 orang. “Kalau data pastinya [murid yang sudah divaksin] belum tahu,” katanya.

Vaksinasi yang digelar dalam dua minggu kedepan di sejumlah SMP digelar oleh Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan Sleman. Namun, di luar itu dimungkinkan para pelajar juga sudah mendapat vaksin di luar kegiatan itu, seperti dari puskesmas atau organisasi masyarakat.

“Ada yang dari misal Polres, Kodim, lembaga mana lagi, kita yang dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kemenag juga jalan terus. Jadi beberapa jalan, sambal kita kalau mau vaksin sekolah A, harus dicari dulu yang sudah vaksin di luar berapa,” ungkapnya.

BACA JUGA : Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka, DIY Kebut Vaksinasi Pelajar

Adapun untuk guru dan tendik, ia memastikan di Sleman saat ini sudah mencapai persentase 98%, dengan menyisakan beberapa guru dan tendik yang tidak lolos skrining kesehatan atau memiliki penyakit komorbid sehingga belum bisa mendapat vaksin.

Vaksinasi kepada pelajar terus digencarkan, dengan target dapat selesai pada Oktober mendatang. jika semua siswa sekolah telah divaksin, direncanakan akan mulai dibuka sekolah tatap muka secara terbatas. “Kita mulai kalau semua sudah divaksin. Tatap muka itu sangat terbatas,” kata dia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menuturkan sampai saat ini vaksinasi khusus remaja di Sleman baru mencapai 19,8% dari total yang ditargetkan. “Remaja sudah 19,8 persen, atau sebanyak 19.491 orang,” ungkapnya.