Badan POM Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani

Balai Besar POM di Yogyakarta tahun 2021 berusaha meningkatkan performance/nya menuju predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).
10 September 2021 12:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal mendukung program pemerintah untuk mewujudkan good governance dan clean government yang telah dilakukan dengan langkah-langkah strategi melalui pembangunan Zona Integritas.  Setelah mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bersih dari Korupsi) pada tahun 2019, Balai Besar POM di Yogyakarta tahun 2021 berusaha meningkatkan performance-nya menuju predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Sebagai bukti komitmen dari seluruh jajaran personel di BBPOM di Yogyakarta, pada jumat  (10/9/2021) dilakukan Penandatanganan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM di Yogyakarta Dewi Prawitasari, Apt.  MKES dan disaksikan oleh Inspektur Utama Badan POM, Sekda DIY, Anggota DPR-RI Komisi IX, Ombudsman RI Perwakilan Yogyakarta, Pengadilan Negeri Wates, Kepala KPPN Yogyakarta, dan Kepala Dinas dari instansi terkait di DIY.

Komitmen Mencapai WBBM tidak hanya diwujudkan dalam bentuk tanda tangan, tetapi secara nyata telah dilakukan oleh BBPOM di Yogyakarta melalui peningkatan berbagai kegiatan pelayanan publik, sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dan kecepatan layanan untuk kepuasan pelanggan.  sarana-prasarana ditunjang SDM yang kompeten serta publikasi yang luas terhadap pelayanan publik, telah memberikan predikat Pelayanan Prima (nilai 4,57) pada tahun 2021 untuk Peningkatan Indeks Pelayanan Publik: dan predikat Sangat Baik untuk hasil Survey tujuan masyarakat dengan nilai 91,28.

Selain itu beragam inovasi telah diluncurkan, terdapat 5 inovasi baru yang mendukung pelayanan publik yaitu 1) Aplikasi New Kulinerku Oke, 2) Aplikasi e-PSB untuk proses pendaftaran izin edar pangan, 3) Aplikasi Hitung Nilai Gizi untuk mempermudah UMKM dalam pencantuman label Informasi Nilai  Gizi, 4) Inovasi One Day Service untuk pengujian barang bukti dari kepolisian, serta pengurangan beberapa time line pengujian sampel produk Obat dan Makanan dari Pihak Ketiga, 5) Inovasi Paris (papan aspirasi dan inspirasi) untuk menjaring masukan dari masyarakat dan mendekatkan pelanggan dengan BBPOM  di Yogyakarta.

Pada waktu yang sama, dilaksanakan juga piagam penghargaan rekor MURI untuk kategori Pembentukan 1010 Duta Keamanan Pangan dalam waktu 2 minggu, sebagai wujud penghargaan atas kerja keras BBPOM di Yogyakarta yang telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan inovasi Aksi Gendarku Bebas Boraks. Inovasi ini merupakan salah satu upaya mengurangi semaksimal mungkin penggunaan berupa bleng/boraks, yang masih dijumpai pada makanan tradisional dan/krupuk gendar.

Sebagai kegiatan yang bertumpu pada kearifan lokal (local wisdom) aksi yang didukung oleh Pemerintah Daerah, dan dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota dengan tahap awal pembentukan 50 Kader keamanan pangan, yang meneruskan sosialisasi keamanan pangan dan bahaya boraks/bleng  1010 Duta Keamanan Pangan, yang diantaranya adalah para pelaku usaha (UMKM Pangan) untuk meningkatkan produktifitas dan kepercayaan masyarakat akan pangan aman.  Untuk selanjutnya, diharapkan setiap duta menyebarkan kembali informasi masyarakat sekitar, sehingga banyak warga yang mendapatkan informasi, dan produk gendar menjadi produk aman yang bebas boraks/bleng. (ADV)