Catat! Pemkab Kulonprogo Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Aktivitas petani di Kulonprogo. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
16 September 2021 13:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pupuk subsidi untuk musim tanam periode September sampai dengan Desember 2021 menjadi perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo. Ketersediaan stok pupuk bagi petani dipastikan aman hingga selesainya masa tanam pertama di tahun 2021.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo Muhammad Aris Nugroho mengatakan data tersebut berdasarkan hasil dari sidak yang dilakukan oleh jawatannya di gudang pupuk PT Petrokimia Gresik yang berada di kalurahan Banguncipto, kapanewon Sentolo, Kulonprogo, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Serapan Pupuk Bersubsidi di Bantul Rendah, Ini Datanya

"Pupuk bersubsidi posisi stok terkini NPK Phonksa 467,65 ton, pupuk organik 591,79 ton, ZA 115,75 ton, dan SP 91 ton, serta pupuk organik cair 255 liter. Setelah melihat sendiri kondisi pupuk di gudang PT Petrokimia, kita pastikan ketersedian stok pupuk sangat aman," kata Aris pada Kamis (16/9/2021).

Sidak ke gudang pupuk PT Petrokimia dinilai merupakan langkah yang harus dilakukan oleh jawatannya untuk melihat kondisi riil di lapangan. Saat sidak, dirinya bisa melihat secara langsung bagaimana stok pupuk. Apakah masih tersedia dengan cukup atau terjadi penurunan stok.

"Pengecekan ketersediaan stok pupuk di gudang merupakan hal rutin yang harus dilakukan agar kebutuhan mampu terpenuhi secara baik. Ketepatan distribusi pupuk juga bisa dipantau agar tepat sasaran. Terlebih, penerima pupuk subsidi juga dapat terjaga," ujar Aris.

Lebih lanjut, distribusi pupuk subsidi juga menjadi faktor yang tak kalah penting. Sejak 2020 silam, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo menggunakan mekanisme kartu tani bagi petani terkait dengan upaya penyaluran pupuk subsidi.

"Kuota dan penebusan sudah terekam pada kartu tani. Namun, jika petani bermasalah pada kartu taninya, maka masih dimungkinkan dilakukan penyaluran secara manual sesuai syarat dan ketentuan. Kami minta semua stakeholder yang berperan dalam penyaluran pupuk subsidi untuk bisa bekerjasama," jelas Aris.

Ketersediaan pupuk subsidi bagi petani menjadi salah satu ihwal penting dalam mendorong upaya pemerintah kabupaten Kulonprogo mencetak sawah baru di kabupaten Kulonprogo. Walaupun, program cetak sawah baru di kabupaten Kulonprogo juga tidak luput dari kritik legislatif.

DPRD Kabupaten Kulonprogo menyoroti soal program Pemkab Kulonprogo mengenai pembangunan infrastruktur irigasi pendukung sawah baru. Upaya pencetakan sawah baru jika tidak dibarengi dengan infrastruktur irigasi yang mumpuni dinilai tidak selaras.

BACA JUGA : Ada Tambahan Kuota Pupuk Bersubsidi, Bupati Gunungkidul Optimistis Tak Ada Kelangkaan

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kulonprogo Lajiyo Yok Mulyono mengatakan program cetak sawah baru di wilayah Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo seluas 34 hektare tidak dibarengi dengan sarana maupun prasarana yang baik. Sehingga, hasil yang didapatkan juga tidak seperti yang diharapkan.

"Dari cetak sawah baru hingga saat ini baru bisa menanam padi satu kali dan sekarang kondisinya mangkrak dan menjadi hutan lagi. Kami mendorong Pemkab Kulonprogo melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membangun jaringan irigasi pendukung cetak sawah baru," kata Lajiyo.