Advertisement
Sempat Ramai Ditonton Warga Saat Viral, Lokasi Wajan Raksasa di Bantul Kini Sepi
Warga berfoto di depan wajan peninggalan zaman Belanda pada Jumat (3/9/2021). - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Temuan benda kuno menyerupai wajan di Padukuhan Kretek, Jambidan, Banguntapan yang dulu sempat menghebohkan kini mulai mereda. Wisatawan yang sebelumnya meramaikan lokasi wajan, kini mulai berangsur mereda. Pengawasan prokes di titik rawan kerumunan terus diperketat.
Berdasarkan pantauan Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa menyampaikan penerapan prokes masyarakat Banguntapan makin membaik. Gunarsa pada Munggu (3/10/2021) menyebutkan lokasi wajan yang sebelumnya ramai di datangi wisatawan kini berangaur kondusif.
Advertisement
"Wajan itu di hari Minggu kemarin tidak seantusias dulu kondisi masyarakat yang melihat wisata. Jadi sudah mulai sepi, mulai menurun banyak. Kayaknya iya penasarannya mulai turun. Karena orang itu kalau melihat cuma sekali, sekali lihat sudah," ujarnya.
Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di DIY Melesat Tajam
Tidak hanya wajan, potensi kerumunan lainnya seperti kafe-kafe juga terkondisikan. Gunarsa yang pada malam Minggu melakukan pemantauan wilayah hingga tengah menemukan penerapan prokes cukup kondusif khususnya jam malam.
"Untuk kafe beberapa sudah mulai buka dengan tetap edukasi. Protokol kesehatannya harus dijaga dengan ketat, terutama kepada pemilik kafe. Beberapa titik di Serowajan, di Banguntapan paling banyak di situ. Sudah mulai buka, tetapi saya masih menyarankan untuk kapasitas tetap 50 persen dengan prokes," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kapolri Minta Maaf atas Kasus Kekerasan Oknum Brimob di Tual Maluku
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Rumah Terbakar di Blimbingsari Sleman, 2 Motor Ludes
- Masjid Gedhe Kauman Jogja: Jejak Akulturasi dan Toleransi
- Starting XI PSS Sleman vs Persipura, Laga Penentu Puncak Klasemen
- Kota Jogja Tunggu BMKG, Siaga Hidrometeorologi Berpotensi Diperpanjang
- Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran Sungai Jogja
Advertisement
Advertisement







