Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Para penyandang disabilitas melakukan aktivitas membatik dalam Pucak Peringatan Hari Batik Nasional 2021, Rabu (6/10/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah peyandang disabilitas membatik bersama dalam rangkaian Puncak Hari Batik Nasional 2021 di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (6/10/2021). Para kaum difabel mengakui selain cocok untuk kegiatan di tengah keterbatasan fisik, membatik juga bisa menopang perekonomian keluarga.
Salah satu difabel dari Yayasan Ciqal Ibnu Sukaca yang turut membatik dalam kegiatan itu mengatakan membatik menjadi salah satu kegiatan yang cocok bagi penyandang disabilitas di tengah keterbatasan fisik. Oleh karena itu ia mengapresiasi Balai Besar Kerajinan Batik (BBKB) yang telah memfasilitasi difabel melalui pelatihan membatik sekaligus memasarkannya. Saat ini sudah banyak difabel di DIY yang memiliki UMKM batik melalui produksi mandiri.
"Karena membatik ini tidak membutuhkan aktivitas fisik yang banyak sehingga sangat cocok bagi kami. Apalagi teman tuna rungu itu karya batiknya bagus sekali karena mereka ini imajinasinya yang kuat," katanya, Rabu.
Kegiatan peringatan Puncak Hari Batik Nasional ini yang digelar Kementerian Perindustrian melalui Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri serta Balai Besar Kerajinan dan Batik ini dihadiri pelaku usaha batik hingga Dekarasda kabupaten dan kota di DIY. Selain menghadirkan para penyandang disabilitas, kegiatan ini juga diisi dengan seminar ilmiah terkait batik.
Baca juga: Sambut Hari Batik Nasional, Ini 5 Kampung Batik di Indonesia, Salah Satunya di Jogja
"Kami memberikan pendampingan dan pelatihan bagi 80 penyandang disabilitas dari kabupaten dan kota di DIY," kata Kepala BSKJI Doddy Rahadi.
Kepala BBKB Hendra Yetty menambahkan melalui pendampingan tersebut para difabel dapat meningkatkan perekonomian serta mandiri dengan menghasilkan produk batik berkualitas. Mengingat industri batik menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan omzet yang tetap stabil.
"Selain itu kami berusaha menyosialisasikan kerajinan batik dari berbagai aspek baik budaya teknologi hingga kesiapan SDM dan pengelolaan limbah agar berdaya saing. Pendampingan diberikan kepada difabel mulai dari bagaimana menghasilkan batik berkuakitas sampai ke pemasarannya," ucapnya.
Menteri Perindustrian Gumiwang Kartasasmita dalam kesempatan itu secara daring sempat berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Ia mengapresiasi para difabel di DIY yang mampu menghasilkan batik. Selain dapat berdampak pada perekonomian, harapannya menjadi bagian dari upaya untuk melestarikan batik yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda.
"Batik ini menjanjikan potensi ekonomi yang tangguh. Dengan semakin populer batik di dunia, tantangan yang dihadapi industri batik tentu semakin berat. Mulai dari faktor SDM, tenaga kerja dengan jumlah dan kualitas yang tinggi. Dari kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut bisa meningkatkan kemampuan membatik dari berbagai aspek termasuk budaya dan teknologi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna