Guguran Lava Terus Terjadi, Ini Aktivitas Merapi Sepekan Terakhir

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
08 Oktober 2021 19:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Erupsi Gunung Merpai masih terus terjadi meski dengan intensitas yang tidak setinggi beberapa waktu sebelumya. Dalam sepekan terakhir, tidak teramati kemunculan awan panas, namun masih terjadi sejumlah guguran lava.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam sepekan, 1-7 Oktober, terjadi sebanyak 76 kali guguran lava. “Ke arah barat daya dengan jarak maksimal 2 km,” ujarnya, Jumat (8/10/2021).

Tidak teramati terjadinya awan panas. Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga tebal.

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2, teramati penambahan ketinggian kubah lava barat daya sekitar 3 meter. Volume kubah lava barat daya saat ini sebesar 1,6 juta meter kubik dan kubah tengah sebesar 2,8 juta meter kubik.

BACA JUGA: Minta Rincian Transaksi ke PPATK, Polisi Usut Kasus Jual Beli Narkoba Rp120 Triliun

Pada aktivitas kegempaan, terjadi satu gempa Vulkanik Dangkal, 70 kali gempa Low Frekuensi, 902 gempa Fase Banyak, 1.068 gempa Guguran, 127 gempa Hembusan, dan lima gempa Tektonik. “Kegempaan pada minggu ini lebih rendah dari minggu lalu, namun masih dalam intensitas yang tinggi,” katanya.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.