Omah Budoyo Dibuka untuk Wadahi Kreativitas Lokal

Pengunjung melihat produk-produk lokal di Omah Budoyo di Jalan Karangkajen Nomor 793, Brontokusuman, Mergangsan, Sabtu (9/10). Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo.
11 Oktober 2021 14:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Resmi dibuka, Omah Budoyo di Jalan Karangkajen Nomor 793, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja bersiap wadahi para pelaku seni dan ekonomi kreatif lokal. Potensi lokal dinilai tidak kalah bersaing dengan berbagai produk dari luar.

Gallery Manager Omah Budoyo, Ilham Kamazaka mengatakan Omah Budoyo yang didirikan Warwick Purser merupakan ruang kreatif untuk menaungi seniman, pengrajin, dan desainer lokal untuk mempromosikan karya bangsa. “Tujuannya untuk mengenalkan bahwa kita mampu bersaing dengan brand luar. Bahwa karya di sini punya kualitas yang sama, bahkan lebih bagus,” ujar Kama, di sela pembukaan Omah Budoyo, Sabtu (9/10/2021).

BACA JUGA : Tak Ada Turis, Galeri Virtual Jadi Pilihan Para Seniman

Kama menjelaskan Omah Budoyo ini dibagi menjadi empat zonasi. Zona pertama merupakan galeri ekshibisi, yang dapat digunakan seniman untuk memamerkan karya. Setiap dua bulan akan berganti seniman yang berpameran.

Kemudian, zona kedua yaitu toko yang menghadirkan berbagai produk hasil kreativitas lokal, mulai dari fesyen, furniture, aksesoris, dan masih banyak lagi lainnya. Sementara untuk zona ketiga yaitu restoran yang menyajikan makanan khas Jawa, dan terakhir zona keempat merupakan pendopo yang dimanfaatkan untuk ruang berbagai kelas, mulai dari Membatik, Macapat, Meditasi, dan masih banyak lainnya.

Ketua Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara yang juga mewakili Keraton Yogyakarta, KPH Wironegoro mengaparesiasi Warwick yang membuka Omah Budoyo. “Omah Budoyo isinya UMKM di Jogja, difasilitasi beliau [Warwick]. Sehingga pandemi ini ekonomi masyarakat Jogja di bidang ekonomi kreatif dapat berjalan,” ucap KPH Wironegoro.

Dia juga memberikan saran kedepan dapat membuka cabang-cabang lain sehingga semakin luas memberdayakan masyarakat. “Kemudian melihat Omah Budoyo, bisa membantu Jogja untuk meningkatkan, mengembangkan wisata yang terpuruk karena pandemi,” ujarnya.

Sebelumnya juga diketahui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno juga melakukan kunjungan di Omah Budoyo. Dalam rilis Kemenparekraf, Sandiaga melihat Omah Budoyo sebagai satu kolaborasi antara artisan yang dikurasi oleh Warwick Purser yang mewakili berbagai unsur seni seperti kriya, fesyen, kuliner, dan beberapa produk lain yang dikemas sangat apik.

BACA JUGA : The Milestone, Kolaborasi Pameran Seni Terbesar Tahun Ini

Dengan kurasi tersebut, produk-produk yang dihadirkan akhirnya memiliki nilai serta kualitas yang tinggi dan siap masuk pasar internasional. Menparekraf mengatakan, Omah Budoyo menopang dua pilar yang dapat memberikan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja di kalangan masyarakat, yakni UMKM dan kewirausahaan.

Diketahui Warwick telah berkecimpung lama dengan berbagai produk handycraft. Ia memiliki keinginan menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat pada tradisi dan produk lokal agar bisa bersaing dengan produk luar karena dari sisi kualitas dan juga cerita. Ia menilai ada potensi yang sangat besar.