Unisa Yogyakarta Bantu Warga Mrisi Kelola Sampah Plastik

Pelatihan pengelolaan sampah plastik dalam program pengabdian masyarakat Unisa Yogyakarta di Dusun Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (2/10/2021). - Istimewa
13 Oktober 2021 23:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Padatnya aktivitas masyarakat berbanding lurus dengan produksi sampah yang dihasilkan. Dalam setiap kegiatan, sampah plastik seperti pembungkus makanan, sendok plastik, gelas air mineral dan sampah plastik lainnya sangat banyak ditemukan. Kondisi ini juga terjadi di Padukuhan Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan.

Tim Pengabdi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar pengabdian di Dusun Mrisi. Program Pengabdian Masyarakat Hibah Riset Muhammadiyah Batch V ini melibatkan Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Prodi Bioteknologi Fakultas Sains Teknologi.

Ketua Pengabdi Unisa Yogyakarta, Yuni Purwati mengatakan program yang digelar mengusung tema Optimalisasi Kesehatan dan Produktivitas Warga Menyosong Pasca Covid-19 Melalui Pengelolaan Sampah dan Gerakan Zero Waste. Acara digelar secara offline di Pendopo Tanggul Asri RT 09 Mrisi, Sabtu (2/10/2021).

“Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan perilaku hidup sehat dan kampanye zero waste. Dalam kegiatan penyuluhan ini tim kami yang beranggotakan Wiwit Probowati, Arif Bimantara, dibantu oleh tujuh orang mahasiswa Prodi Keperawatan dan Prodi Bioteknologi,” kata Yuni seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (13/10/2021).

Menurut Yuni, karena digelar di tengah pandemi, penyuluhan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjalani gaya hidup baru dengan sehat. Menurutnya, kampanye zero waste bertujuan mengurangi penggunaan sampah plastik dan beralih dengan menggunakan kantong belanja berasal dari bahan kain yang dapat digunakan berulang. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan mediokers, yaitu media tanam dari limbah plastik kresek (mediokres) yang telah diberi formula pupuk organik. Media tanam ini mampu menjadi media tanam menggantikan tanah untuk berbagai jenis tanaman. “Produk mediokres sebagai inovasi baru untuk mengurangi sampah plastik kresek dan merupakan bentuk energi terbarukan untuk bercocok tanam,” katanya.

Dalam pelatihan yang diikuti anggota PKK dan anggota Ranting Aisyiyah Mrisi, sejumlah warga mengaku mendukung dan berterimakasih dengan adanya program tersebut. Terlebih, permasalahan kesehatan, pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit di lingkungan tempat tinggal. “Kami akan berkomitmen mengurangi sampah plastik pada setiap kegiatan belanja dengan selalu membawa kantong berbahan kain yang dapat digunakan secara berulang, sehingga kesehatan warga dan produktivitas lebih terjaga,” kata seorang peserta.