TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra menjelaskan tindak pidana pencurian di Mapolres Gunungkidul, Rabu (13/10/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian buku nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Patuk dan Playen pada awal Agustus lalu. Polisi sudah menangkap tersangka berinisial PH, 42, dan AA, 42.
Kapolres Gunungkidul mengatakan kasus ini terbongkar berkat laporan petugas KUA Patuk yang kehilangan laptop Lenovo IP 330-141 KB, buku akta nikah 168 (masih kosong) nomor seri 103815233-103815400, 122 lembar surat nikah dan kartu nikah sebanyak 424 buah. Sementara, KUA Playen kehilangan satu laptop, satu proyektor, buku nikah sebanyak 67 lembar, duplikat buku nikah sebanyak 22 lembar dan kartu nikah sebanyak 200 keping.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba Lebih Awal di DIY, Ini Perkiraan BMKG
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta untuk KUA Patuk dan Rp15 juta untuk KUA,” katanya kepada wartawan, Kamis (13/10/2021).
Berdasarkan penyelidikan, polisi mengendus pencuri di wilayah Jakarta. “Kami langsung bergerak bersama dengan tim dari Polda DIY untuk menangkap dua pelaku PH dan AA,” katanya.
Barang curian dijual kepada penyedia jasa nikah kontrak atau orang-orang yang ingin memalsukan status pernikahan. “Langsung diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” katanya.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra menambahkan kedua tersangka merupakan spesialis pencuri di KUA. Barang-barang yang diambil memiliki nominal tinggi karena satu buku dan kartu nikah dihargai Rp1 juta-1,5 juta. “Ternyata mereka bekerja sama dengan penyedia jasa ilegal,” katanya.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya seperti satu unit mobil Toyota Avanza, empat handphone dan uang tunai Rp1,1 juta. “Uang hasil penjualan buku nikah digunakan untuk hidup sehari-hari,” kata Riyan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.