Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam acara pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan PDIP secara daring, Sabtu (31/10/2020). /Suara.com-Bagaskara Asdiansyah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memastikan tetap di barisan banteng. Keputusan terkait dengan pencalonan presiden yang akhir-akhir mencuat sepenuhnya diserahkan ke ketua umum partai.
“Kader PDI Perjuangan Gunungkidul adalah banteng sejati dan bukan celeng. Jadi banteng akan terus ikut dalam barisan,” kata Endah kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).
Menurut dia, sikap partai sudah jelas dan kader di Gunungkidul akan tegak lurus dengan perintah yang sesuai dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Adapun terkait dengan pencapresan, sudah ada instruksi dari partai yang tertuang Surat No.3134/IN/DPP/VIII/2021 tenang Penegasan Komunikasi Politik yang dikeluarkan tertanggal 11 Agustus 2021.
Endah mengungkapkan inti dari surat ini melarang kader PDI Perjuangan untuk berbicara mendahului pencalonan atau pun melakukan deklarasi dukungan kepada siapapun. “Yang dilakukan di Purworejo melanggar dari instruksi Ketua Umum. Jadi wajar kalau Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah memberikan kode teguran keras kepada banteng yang keluar barisan,” katanya.
BACA JUGA: Pertegas Komitmen Jaga Ekosistem, DPRD Sleman Raperda Perburuan Satwa Liar
Meski pemilihan presiden masih di 2024, namun dukung mendukung di partai berlambang banteg moncong putih ini mulai menggeliat. Setelah struktural di DPC PDI Perjuangan Purworejo, Albertus Sumbogo menyatakan dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Tak berselang lama, giliran DPC PDI Perjuangan Kebumen melakukan rapat kerja cabang (Rakercab) yang salah satu isi rekomendasi memberikan dukungan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi calon presiden.
Menurut Endah, dukung mendukung dalam pencalonan merupakan hal yang biasa. Meski demikian, ada mekanisme yang harus dilalui karena pengusulan hanya bisa dilakukan melalui rakercab atau rapat kerja daerah melalui rekomendasi resmi.
“Ada mekanisme partai yang harus dipatuhi. Bentuk dukungan atau pengusulan harus melalui rapat kerja daerah atau rakercab. Jadi, kalau deklarasi itu bukan sikap resmi karena tidak melalui prosedur yang ada,” katanya.
Disinggung mengenai rakrecab di Gunungkidul, Endah mengakui pelaksanaan dilakukan setiap satu tahun sekali. Hanya saja, untuk sekarang tidak ada agenda karena baru dilaksanakan di tahun depan.
“Dalam rakercab atau rapat kerja daerah boleh mengusulkan siapa calon yang diusung, tapi keputusan tetinggi tetap di Ketua Umum dan seluruh kader harus mematuhinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Pemerintah dan DPR memfinalisasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang direncanakan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Krisis air akibat kemarau diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah RI hingga November 2026. Kementerian PU menyiapkan mitigasi.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.