Teknologi Gerbang Cerdas Dipakai untuk Memantau Prokes Biennale Jogja XVI

Pengunaan teknologi gerbang cerdas di Biennale Jogja XVI Equator 6 2021. - Ist.
18 Oktober 2021 06:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Perhelatan pameran seni dua tahunan Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 telah berlangsung mulai tanggal 6 Oktober 2021 hingga 14 November 2021 lalu. Salah sisi lain menarik dari event ini adalah penerapan teknologi gerbang cerdas atau sejenis robotik yang dipakai untuk memantau protokol kesehatan (prokes) pengunjung.

Direktur Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 Gintani Nur Apresia Swastika menjelaskan merespons kondisi pandemi saat ini, pengunjung di setiap lokasi dibagi menjadi beberapa sesi dan protokol kesehatan diterapkan kepada para pengunjung dan gallery sitter. Pengecekan suhu tubuh dilakukan di pintu masuk setiap galeri. Seluruh rangkaian pameran dan program telah diselenggarakan di empat lokasi, yakni Jogja National Museum (JNM), Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Museum dan Tanah Liat (MDTL), dan Indie Art House.

Khusus untuk di lokasi pameran utama Jogja National Museum ditempatkan Intelligent Gate dari Widya Robotics yang merupakan teknologi gerbang cerdas. Merupakan buatan perusahaan asal Jogja di bidang artificial intelligent, automation dan robotics. Alat ditempatkan di area pintu masuk lokasi fasilitas umum, dilengkapi dengan kamera thermal yang mampu mendeteksi suhu dan kelengkapan masker pengunjung.

“Setelah sesuai dengan prosedur kesehatan yang diterapkan, pintu akan otomatis terbuka. Jika sebelumnya berbagai program publik dapat melibatkan ratusan pengunjung, sekarang tidak bisa lagi karena kondisi pandemi, jadi harus dipantau prokesnya, tetapi semua berjalan lancar,” kata dia dalam rilisnya, Minggu (17/10/2021)

Adapun sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan di antaranya adalah suhu tubuh pengunjung tidak lebih dari 37.5 derajat Celcius, selalu mengenakan masker. Kemudian mencuci tangan dengan air yang mengalir sebelum memasuki galeri, menjaga jarak 1.5 meter. Adapun pengunjung dari luar Jogja wajib melampirkan hasil rapid test non reaktif atau PCR negatif saat proses registrasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat pembukaan Biennale Jogja XVI Equator #6 202 menyampaikan hingga saat ini pemerintah terus berupaya untuk melakukan langkah mitigasi dan penanganan semaksimal mungkin untuk membangkitkan perekonomian Indonesia di masa pandemi. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf adalah menerapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi untuk menyesuaikan penyelenggaraan event di era new normal.

“Sehingga setiap event dapat terselenggara dengan aman dan nyaman,” katanya.

Beberapa keunggulan dari Intelligent Gate ini selain buatan dalam negeri, penggunaanya bisa fleksibel, registrasi pengguna dilakukan secara online, contactless device. Selain itu import data pengguna bisa dilakukan dengan kapasitas tinggi. Di era new normal ini, selain untuk mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan dan pariwisata, intelligent Gate dapat membantu menekan tingkat penyebaran virus Covid-19 di fasilitas umum.