Permudah Masyarakat Desa di Kulonprogo Akses Bank, Bank BPK DIY Resmikan Agen di Srikayangan

Bupati Kulonprogo Sutedjo saat melakukan transaksi di agen Bank BPD DIY yang berada di wilayah Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, pada Senin (1/11/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
01 November 2021 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bank BPD DIY meresmikan salah satu agen di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, Senin (1/11/2021). Peresmian agen bank BPD DIY merupakan salah satu upaya mempermudah masyarakat mengakses perbankan di perdesaan.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan agen di perdesaan merupakan perpanjangan tangan dari Bank BPD DIY. Agen di perdesaan bertujuan melayani masyarakat dalam mengakses perbankan.

"Agen Bank BPD DIY juga bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan warga di perdesaan. Akses masyarakat kepada perbankan semakin terbuka luas. Layanan bank semakin mendekat kepada rakyat," kata Santoso Rohmad pada Senin (1/11/2021).

Menurut Santoso, agen Bank BPD DIY tidak membatasi layanan perbankan seperti yang dilakukan di kantor bank yang ada di masing-masing wilayah. Agen BPD DIY di wilayah perdesaan bisa memberikan layanan seperti biasanya.

"Pertama, pembukaan rekening. Kedua, tarik tunai dan setor tunai. Bahkan, informasi kredit. Untuk pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) juga bisa. Transfer antarbank juga bisa dilakukan. Pembelian pulsa maupun token listrik bisa juga dilakukan," ungkap Santoso.

Agen Bank BPD DIY juga bertujuan untuk mendongkrak perekonomian warga, khususnya petani di wilayah pedesaan. Agen bisa dijadikan tempat untuk pembelian hasil panen petani dengan menggunakan sistem pembayaran QUAT yang merupakan aplikasi penerbitan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

"Layanan perbankan menjadi hak semua masyarakat. Tantangan kami memang di wilayah yang masih masuk kategori blank spot. Kami bekerja sama dengan pemerintah mendorong penguatan sinyal di wilayah tertentu sehingga layanan perbankan bisa maksimal dilakukan," ujar Santoso.

Sementara itu, Pimpinan BPD DIY Cabang Wates, Suroso, program pembentukan agen dilatarbelakangi banyaknya warga masyarakat yang belum menerima layanan perbankan. Selain itu, pendirian agen merupakan upaya untuk meningkatkan layanan transaksi nontunai kepada nasabah, mengingat kebutuhan transaksi nontunai yang terus meningkat.

"Seperti yang kita tahu, pekembangangan bisnis dan teknologi yang pesat menuntut sebuah inovasi, dan dengan tema sinergi digitalisasi untuk pemberdayaan berbasis komunitas, kita buka layanan tanpa kantor dengan kerja sama dengan pihak lain yang bersifat keagenan," terang Suroso.

Menurut Suroso, sampai dengan 1 November 2021 di wilayah Kulonprogo, Bank BPD DIY sudah memiliki 52 agen, dan 27 agen di antaranya bekerja sama dengan Bumdes. Dalam kesempatan tersebut, Bank BPD DIY juga menyerahkan program-program CSR (corporate social responsibility) kepada Pemkab Kulonprogo berupa bantuan mobil layanan pajak.

"Serta, layanan lainnya seperti Anjungan Dukcapil Mandiri untuk menunjang layanan pajak dan kependudukan. Kami juga menyerahkan  perjanjian kredit KUR dan pemberdayaan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Suroso.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan upaya yang dilakukan oleh BPD merupakan langkah strategis dalam mendongkrak perekonomian warga, khususnya di wilayah perdesaan. Upaya tersebut sejalan dengan program Pemkab Kulonprogo.

"Dengan adanya agen Bank BPD DIY yang berada di setiap pelosok kalurahan ini, ekonomi masyarakat akan cepat tumbuh berkembang, baik ekonomi kecil maupun nonformal yang dilakukan oleh komunitas atau kelompok usaha tani dan lain-lain," ujar Sutedjo.