RS UII Buka Klinik Inseminasi Buatan

Pembukaan klinik inseminasi RS UII. - Ist.
02 November 2021 11:57 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Inseminasi buatan menjadi salah satu metode digunakan untuk program kehamilan pasangan suami istri terutama yang mengalami infertilitas. Merespons kebutuhan masyarakat tersebut, RS Universitas Islam Indonesia (UII) meluncurkan Klinik Fertilitas, Senin (1/11/2021).

Direktur Utama Rumah Sakit UII Widodo Wirawan menjelaskan harapan untuk memperoleh anugerah buah hati memang butuh proses yang tidak mudah terutama pada seseorang mengalami infertilitas. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh pasangan dan butuh kesabaran dan ikhtiar.

BACA JUGA : Ibu hamil di Bantul Mulai Divaksin

“Langkah-langkah mengikuti program inseminasi pertama melakukan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan histerosalphingografi, analisa sperma. Kemudian stimulasi ovarium [indung telur] dan proses pemasukan sperma yang sudah dicuci,” katanya dalam rilisnya, Selasa (2/11/2021).

Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia mengandeng Klinik Fertilitas Indonesia dalam kesiapan pelayanan poliklinik inseminasi dengan pelatihan tenaga medis dan paramedis. Selain tindakan inseminasi buatan atau IUI di Klinik Fertilitas Indonesia RS Universitas Islam Indonesia Bantul juga bisa melakukan pemeriksaan analisa sperma dan tentunya konsultasi program kehamilan. “Bantul kini tidak perlu pergi jauh untuk melakukan program kehamilan seperti inseminasi buatan,” katanya.

Head of Klinik Fertilitas Indonesia Kemal Pasha Siagian menyatakan seluruh cabang Klinik Fertilitas Indonesia termasuk RS UII didukung oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. ”Tujuannya untuk membantu pasangan suami istri di Bantul dan sekitarnya yang kesulitan mendapatkan buah hati, harapan kami masyarakat Bantul tidak perlu ke luar kota untuk mendapatkan layanan program kehamilan,” ujarnya.

BACA JUGA : Vaksinasi Ibu Hamil di Jogja Akan Dilaksanakan di Puskesmas

Dokter Spesialis Kandungan Alfun Dhiya menambahkan infertilitas merupakan suatu kondisi tidak terjadi kehamilan pada suatu pasangan yang telah melakukan hubungan suami istri secara rutin tanpa pengaman dalam kurang waktu satu tahun atau lebih. Salah satu dari program kehamilan yang bisa ditempuh melalui inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI). Metodenya dengan mendekatkan sperma yang sudah melalui proses washing sperm dengan sel telur secara natural di dalam rahim.

“Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan begitu, metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma,” katanya.