Klaster Covid-19 di Bantul Meluas, Begini Respons Sultan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
10 November 2021 21:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan klaster penularan COVID-19 di sejumlah sekolah di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, yang telah menulari warga Kabupaten Sleman tidak semakin melebar.

"Faktanya bisa kita tangani terus diliburkan (sekolahnya). Sekarang sudah turun berarti tidak melebar. Ya, fluktuatif begitu itu naik turun, naik turun tapi, ya, tidak apa-apa bisa kami kontrol, dalam arti cepat penanganannya," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).

Sultan mengakui lonjakan kasus COVID-19 di DIY beberapa waktu lalu dipicu dari kluster penularan di Kecamatan Sedayu, Bantul.

Kasus penularan COVID-19 itu bermula dari kegiatan takziah yang kemudian berkembang di sejumlah sekolah di kecamatan itu.

Menurutnya, penambahan kasus baru COVID-19 di DIY yang sempat stabil di angka 30-an kasus per hari, pada 3 November 2021 melonjak signifikan menjadi 89 kasus.

BACA JUGA: Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional

"Ternyata ada kluster. Sudah begitu, kluster kami tutup (sekolahnya), kami tangani lalu sudah turun lagi (kasus harian di DIY)," ujar Raja Keraton Yogyakarta ini.

Ia berharap penularan kasus corona di DIY bisa tetap terkendali sehingga tidak terjadi lonjakan kasus saat momentum libur akhir tahun yang bertepatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Menurut Sultan, menurunkan kasus corona yang terlanjur melonjak lebih susah dibandingkan menjaga kasus tetap melandai.

"Yang penting kita coba, kita jaga sekarang untuk tidak naik, tetap melandai. Otomatis kalau sekarang melandai itu nanti harapannya Natal dan Tahun Baru melandai," tutur Sultan.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan munculnya kluster penularan COVID-19 dari takziah di wilayah Sedayu, Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu yang menular sampai kepada masyarakat di Kabupaten Sleman sudah terkendali.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan ke beberapa siswa asal Sleman, berkembang menjadi 69 orang yang kemudian terkonfirmasi positif COVID-19.

Semua pasien yang terkonfirmasi positif tersebut sudah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan.*

Sumber : Antara