Mencegah Stunting lewat Kampung KB

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi saat peluncuran kampung KB dan rumah data kependudukan di Kampung Blunyahrejo, Kelurahan Karangwaru, Kapanewon Tegalrejo, Jogja, Rabu (10/11). (Harian Jogja - Jumali)
11 November 2021 06:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja meresmikan kampung kb dan rumah data kependudukan di Kampung Blunyahrejo, Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo, Jogja, Rabu (10/11/2021). Peresmian ini diharapkan bisa menjadi pemantik pencegahan stunting.

Selain mencegah stunting, diharapkan dengan diresmikannya kampung KB dan rumah data  kependudukan, mampu mendorong peningkatan  kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung, melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Selain itu juga agar terwujudnya pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berharap setelah kampung KB dan rumah data kependudukan diresmikan, para pengurus kampung KB bisa berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna mendukung kebutuhan gizi dan pangan warga.

"Saya juga berharap agar lewat kampung ini, bisa mencegah terjadinya stunting. Di samping memberikan edukasi kepada usia remaja tidak menikah dini dan meningkatkan kepesertaan KB," ucap Heroe, saat peresmian kampung KB dan rumah data kependudukan di Kampung Blunyahrejo, Rabu.

Lurah Karangwaru Anggit Safrudin mengatakan dari lima kampung  di wilayahnya, hanya kampung Blunyahrejo yang menjadi kampung KB dan rumah data  kependudukan.

Pemilihan kampung Blunyahrejo menurut dia agar menjadi pendorong

kampung lainnya meniru langkah kampung Blunyahrejo dalam hal KB dan data kependudukan. Selain itu juga bersinergi dengan kampung anak dan kampung lainnya di Kelurahan Karangwaru.

"Kami berharap agar kampung lain bisa terpancing dan bersinergi dengan kampung Blunyahrejo nantinya. Kami juga berharap dengan adanya kampung KB, mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Memenuhi Kriteria

Pendamping kampung KB dan rumah data, Budi Santoso mengatakan penunjukan Blunyahrejo telah melalui beberapa tahapan. Salah satunya adalah kampung ini telah memenuhi kriteria penetapan kampung KB dan data kependudukan. Di mana, jumlah kelompok kegiatan masih minim, padat penduduk dan menempati daerah aliran sungai.

"Untuk pengurusnya ada sekitar 15 orang. Penetapan kampung Blunyahrejo ini sejatinya sudah lama direncanakan. Hanya saja, karena kemarin pandemi maka baru bisa dilakukan sekarang," terangnya.

Budi menambahkan, dengan ditetapkannya Kampung Blunyahrejo menjadi kampung KB dan rumah data kependudukan maka diharapkan ke depan capaian KB di kampung tersebut meningkat. Begitu juga dengan kelompok kegiatan yang ada juga bertambah. "Selain itu, sinergi dengan kampung lain lebih baik,” katanya. 

Sementara terkait dengan keberadaan rumah data, Budi menyatakan hal itu sangat penting  untuk mendukung berbagai kebijakan kependudukan seperti jumlah stok pangan dan persoalan lainnya. Lebih lanjut saat ini jumlah kelahiran dari perempuan produktif di Kota Jogja tergolong rendah. "Untuk itu diharapkan akan diperoleh keseimbangan," jelasnya. (ADV)