Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sejumlah guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah mengikuti TOT Literasi dengan Pemahaman, di hotel Prime Plaza, jalan Affandi, Kapanewon Depok, Selasa (16/11). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, DEPOK--Kemampuan literasi sangat ditentukan oleh kondisi perilaku anak, kondisi belajar anak, latar belakang anak, cara mengajar guru, dan lingkungan fisik, sosial, dan budaya, maka dibutuhkan model pembelajaran aktif yang memungkinkan anak berpikir secara kreatif dan eksploratif, membangun sendiri pengetahuannya dari berbagai macam kegiatan belajar mengajar yang dialami.
Untuk mendorong cara mengajar guru yang sesuai dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan Yayasan Abisatya Yogyakarta bekerja sama menggelar Training of Trainer (ToT) Literasi dengan Pemahaman pada 15-20 November di Hotel Prime Plaza, jalan Affandi, Kapanewon Depok.
BACA JUGA : Literasi Rendah, Satu Buku Ditunggu 90 Orang
Direktur Program Organisasi Penggerak, Yayasan Abiyatsa, Ferry Timur Indratno, menjelaskan pembelajaran Literasi dengan pemahaman melalui sembilan komponen literasi, yakni kesadaran cetak, fonologi, pengetahuan abjad, fonik, pemahaman, kosakata, berbicara, tata bahasa, dan menulis, diperlukan agar anak-anak semakin mampu membaca dengan pemahaman.
“Berdasarkan hasil dari PISA [Program International Student Assessment] ranking kita rendah sekali dibanding negara lain di Asia tenggara. Itu karena tingkat literasi kita sangat rendah. Makanya Menteri Pendidikan mengajak organisasi masyarakat salah satunya Abiyatsa itu untuk memperbaiki mutu pendidikan lewat intervensi ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Selasa (16/11).
Ia menjelaskan literasi dengan pemahaman merupakan literasi baca-tulis kelas awal, dengan mengajarkan anak-anak tidak seperti biasanya hanya melalui pengenalan huruf, namun dengan cara yang menyenangkan bagi anak, melalui cerita-cerita.
Selama ini kata dia, siswa hanya diajak menghafalkan. Melalui program ini, guru didorong untuk mengajak anak menyadari realitas kehidupan. Melalui cerita-cerita, anak akan mengetahui kehidupan dan akhirnya dengan sendirinya mengenal dan bisa menuliskan huruf.
Kepala Sekolah SD Ilmu Bina Selamat, Siti Zaidatul Qoiriah, merupakan salah satu peserta dalam TOT ini. Ia mengatakan dari program ini diharapkan literasi siswa bisa meningkat. “Selama ini mungkin anak-anak bisa membaca tapi tidak paham. Nah bagaimana anak ini bisa membaca dan paham apa yang dibaca dengan memiliki kesadaran,” ungkapnya.
BACA JUGA : Perbanyak Akses Literasi Masyarakat dengan Perpustakaan
Pengawas SD Dinas Pendidikan Sleman, Rahayu Setyaningsih, mengatakan dalam pelatihan ini ada materi pesan pagi, yang mengajarkan kepada para guru untuk membawa siswa mengenal bacaan dengan cara yang asyik.
“Ini sebagai upaya yang kontekstual dan dibutuhkan apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Anak-anak lama belajar dari rumah, ternyata anak kelas dua aja belum mampu membaca dengan benar. Kalau pelatihan ini bisa diimplementasikan, bisa membantu anak-anak untuk memudahkan dalam membaca,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pemkab Pekalongan melindungi 40.653 hektare lahan produktif dari alih fungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
Dishub Kulonprogo mencatat nihil pencurian komponen LPJU sepanjang 2026. Mayoritas kerusakan terjadi akibat usia komponen, korsleting, dan faktor cuaca.
Meutya Hafid meminta ANTARA menjadi penjaga fakta dan benteng informasi terpercaya di tengah maraknya misinformasi era digital.
Apple resmi mengumumkan macOS 27 Golden Gate di WWDC 2026. Simak daftar Mac yang kompatibel, fitur Siri AI, dan akhir dukungan untuk Mac Intel.
Rekonstruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diwarnai teriakan orang tua korban. Mereka menuntut hukuman maksimal bagi para tersangka.