Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah mengikuti TOT Literasi dengan Pemahaman, di hotel Prime Plaza, jalan Affandi, Kapanewon Depok, Selasa (16/11). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, DEPOK--Kemampuan literasi sangat ditentukan oleh kondisi perilaku anak, kondisi belajar anak, latar belakang anak, cara mengajar guru, dan lingkungan fisik, sosial, dan budaya, maka dibutuhkan model pembelajaran aktif yang memungkinkan anak berpikir secara kreatif dan eksploratif, membangun sendiri pengetahuannya dari berbagai macam kegiatan belajar mengajar yang dialami.
Untuk mendorong cara mengajar guru yang sesuai dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan Yayasan Abisatya Yogyakarta bekerja sama menggelar Training of Trainer (ToT) Literasi dengan Pemahaman pada 15-20 November di Hotel Prime Plaza, jalan Affandi, Kapanewon Depok.
BACA JUGA : Literasi Rendah, Satu Buku Ditunggu 90 Orang
Direktur Program Organisasi Penggerak, Yayasan Abiyatsa, Ferry Timur Indratno, menjelaskan pembelajaran Literasi dengan pemahaman melalui sembilan komponen literasi, yakni kesadaran cetak, fonologi, pengetahuan abjad, fonik, pemahaman, kosakata, berbicara, tata bahasa, dan menulis, diperlukan agar anak-anak semakin mampu membaca dengan pemahaman.
“Berdasarkan hasil dari PISA [Program International Student Assessment] ranking kita rendah sekali dibanding negara lain di Asia tenggara. Itu karena tingkat literasi kita sangat rendah. Makanya Menteri Pendidikan mengajak organisasi masyarakat salah satunya Abiyatsa itu untuk memperbaiki mutu pendidikan lewat intervensi ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Selasa (16/11).
Ia menjelaskan literasi dengan pemahaman merupakan literasi baca-tulis kelas awal, dengan mengajarkan anak-anak tidak seperti biasanya hanya melalui pengenalan huruf, namun dengan cara yang menyenangkan bagi anak, melalui cerita-cerita.
Selama ini kata dia, siswa hanya diajak menghafalkan. Melalui program ini, guru didorong untuk mengajak anak menyadari realitas kehidupan. Melalui cerita-cerita, anak akan mengetahui kehidupan dan akhirnya dengan sendirinya mengenal dan bisa menuliskan huruf.
Kepala Sekolah SD Ilmu Bina Selamat, Siti Zaidatul Qoiriah, merupakan salah satu peserta dalam TOT ini. Ia mengatakan dari program ini diharapkan literasi siswa bisa meningkat. “Selama ini mungkin anak-anak bisa membaca tapi tidak paham. Nah bagaimana anak ini bisa membaca dan paham apa yang dibaca dengan memiliki kesadaran,” ungkapnya.
BACA JUGA : Perbanyak Akses Literasi Masyarakat dengan Perpustakaan
Pengawas SD Dinas Pendidikan Sleman, Rahayu Setyaningsih, mengatakan dalam pelatihan ini ada materi pesan pagi, yang mengajarkan kepada para guru untuk membawa siswa mengenal bacaan dengan cara yang asyik.
“Ini sebagai upaya yang kontekstual dan dibutuhkan apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Anak-anak lama belajar dari rumah, ternyata anak kelas dua aja belum mampu membaca dengan benar. Kalau pelatihan ini bisa diimplementasikan, bisa membantu anak-anak untuk memudahkan dalam membaca,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.