Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Ilustrasi budaya li terasi membaca buku - ist/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul memiliki tingkat kegemaran membaca tertinggi di DIY. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan Perpustakaan Nasional di 2024.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul, Arif Yahya mengatakan, upaya meningkatkan literasi di Masyarakat terus dilakukan. Berbagai program juga dipersiapkan untuk mendukung program ini.
Menurut dia, berdasarkan apa yang telah dijalankan, hasilnya juga sudah mulai terlihat. Sebagai gambaran, pada 2024 lalu, Kabupaten Gunungkidul meraih predikat kabupaten terbaik di DIY untuk tingkat kegemaran membaca.
Berdasarkan survei yang dilakukan Perpusnas, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan nilai 83,99. Nilai ini lebih tinggi ketimbang daerah lain seperti Sleman dengan nilai 82,81; Bantul dengan skor 80,89 dan Kulonprogo 74,55.
“Kita [Gunungkidul] menduduki peringkat terbaik untuk gemar membaca di DIY,” kata Arif, Rabu (15/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk survei ini ada beberapa indikator sebagai penentu. Yakni, dilihat dari dimensi frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet hingga durasi akses Internet.
BACA JUGA: Pemda DIY Pastikan Tetap Dampingi Pedagang Teras Malioboro 2 di Lokasi Baru
“Nilai yang diraih sepenuhnya diolah oleh yang melakukan survei. Dengan prestasi ini, maka terus ada upaya meningkatkan program literasi di Gunungkidul,” kata mantan Panewu Anom Saptosari ini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul, Kisworo menambahkan, untuk tingkat gemar membaca di Bumi Handayani menduduki peringkat tertinggi di DIY. Meski demikian, prestasi tersebut tak lantas membuat pihaknya puas.
Hal ini dikarenakan dalam survei Perpusnas tidak hanya fokus pada gemar membaca. Pasalnya, juga ada variabel tentang indeks pembangunan literasi Masyarakat (IPLM).
“Untuk kegemaran membaca tidak masalah, tapi untuk IPLM harus ada peningkatan,” katanya.
Kisworo tidak menampik, berdasarkan hasil survei dari Perpusnas untuk IPLM masih menduduk peringkat terbawah di DIY. Hal tersebut terlihat dari skor yang diperoleh sebesar 56,03. “Memang indikator untuk penilaian, variabelnya terlalu banyak. Terutama menyangkut jumlah penduduk maupun perpustakaan yang harus dibina,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan ada upaya untuk terus meningkatkan IPLM di Gunungkidul. “Kami komitmen dan akan terus berusaha untuk meningkatkannya,” kata Kisworo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Debut Juergen Klopp bersama Timnas Jerman berakhir imbang 1-1 melawan Belanda. Gakpo mencetak gol injury time, sementara Portugal dan Norwegia menang.
Aprilia Racing tak menerapkan team orders selama Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih punya peluang matematis juara MotoGP 2026.
Malware RatHat menyamar sebagai aplikasi populer dan mengeksploitasi aksesibilitas Android. Malware ini dapat mencuri password, PIN, dan kode OTP.
ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam 2026 menjadi 7,8%. Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%. Ini faktor pendorongnya.
MotoGP memperpanjang kontrak dengan Algarve International Circuit hingga 2029. GP Portugal 2026 digelar 20–22 November di Portimao.ss