Pemda DIY Klaim Tak Ada Penolakan Relokasi PKL Malioboro

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
09 Desember 2021 14:47 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus bergerak terkait dengan realisasi relokasi dan penaataan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Malioboro ke lokasi baru yakni eks gedung bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY, Januari 2022 mendatang. Para PKL Malioboro yang telah diberikan sosialisasi diklaim tidak ada yang melakukan penolakan.

Selain mulai membangun los yang akan dipergunakan sebagai lokasi berdagang para pedagang di eks gedung Dinas Pariwisata DIY dan menata eks gedung bioskop Indra, sosialisasi ke pedagang juga terus dimasifkan.

BACA JUGA : Minta Ada Dialog, PKL Malioboro Menolak Direlokasi

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sejauh ini sosialisasi terkait dengan relokasi dan penataan telah dilakukan oleh Pemda DIY kepada para pedagang. Dari proses sosialisasi yang telah dijalani, tidak ada penolakan dari para pedagang untuk direlokasi dan ditata di eks gedung Dinas Pariwisata DIY dan menata eks gedung bioskop Indra.

"Dan, sampai hari ini semuanya baik-baik. Tujuan utamanya [relokasi dan penataan PKL] supaya lebih legal, lebih permanen, lebih baik dan akan mempermudah pedagang maupun dari pengunjung lainnya," kata Aji, Kamis (9/12/2021).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan, persiapan relokasi dan penataan PKL terus dilakukan. Sejauh ini dari dua lokasi baru bagi para PKL Malioboro, yakni eks gedung bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY.  

Untuk eks gedung bioskop Indra telah siap digunakan. Di mana bangunan tiga lantai dan dibagi jadi lima zona. Di semi baseman, dengan luasan 1.112 meter persegi akan mampu menampung 37 gerobak dan 32 sepeda motor. Di lantai dasar dengan luasan 1.205 meter persegi, bisa ditempati 122 PKL. Untuk lantai satu dengan luasan 1.007 meter mampu menampung 120 PKL. Lantai dua mampu menampung 117 PKL. Selain itu akan dibuat taman kuliner untuk menampung 79 PKL yang berjualan makanan dan minuman.

Sedangkan sisanya, saat ini Pemda DIY dan Pemkot Jogja telah menyiapkan eks gedung Dinas Pariwisata DIY. Di lokasi tersebut saat ini mulai dibangun los yang nantinya akan menampung PKL.

"Mungkin sekitar 1.800 PKL nantinya yang bisa ditampung di dua lokasi tersebut," jelasnya.

BACA JUGA : Kalau Sekarang PKL Menolak Relokasi ke Eks Bioskop Indra 

Menurut Siwi, sampai saat ini, jawatannya juga masih terus melakukan kajian dan koordinasi agar nantinya pedagang yang dipindah tidak mengalami kerugian dan membuat pengunjung nyaman. "Pastinya apa yang dikakukan pemerintah tidak akan merugikan pelaku usaha," tandasnya.

Dari segi pengaturan lalu lintas dan parkir, Pemda DIY telah menyiapkan sejumlah titik yang akan difokuskan menampung kendaraan wisatawan yang datang ke Malioboro.