Empat Remaja Berboncengan Bawa Parang Takuti Warga di XT Square Jogja

Ilustrasi senjata tajam. - JIBI
28 Desember 2021 18:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepolisian bakal menelusuri insiden diduga klithih atau kekerasan jalanan tanpa motif jelas yang terjadi di kawasan XT Square, Kemantren Umbulharjo pada Senin (27/12/2021) malam.

Empat terduga remaja yang belum diketahui identitasnya sempat terlihat oleh warga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dengan menggunakan sepeda motor dan menakuti warga di sekitar lokasi.

"Kalau untuk laporan belum ada. Keamanan sudah kami lakukan dengan patroli di sekitar lokasi itu. Tapi memang tidak bisa langsung menemukan terduga klitih itu," kata Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).

Kompol Achmad mengklaim, pihaknya bakal memaksimalkan pengawasan termasuk menerjunkan personel untuk mengamankan wilayah sekitar dari ancaman kenakalan remaja atau klitih. Apalagi memasuki masa libur dan akhir tahun disinyalir aksi kriminalitas bakal berpotensi meningkat. "Yang jelas patroli tetap kami lakukan, apalagi menjelang malam tahun baru," kata Setyo.

Insiden orang tak dikenal yang menakut-nakuti warga dengan sajam jenis parang itu diketahui disaksikan oleh seorang warga yang berada di lokasi kejadian. Kepada wartawan, Nova Ardiyanto, 22, mengaku melihat dua sepeda motor dengan jumlah empat orang melintas dari arah Giwangan ke Jalan Pramuka sekitar pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA: Buru Predator Seksual di Ponpes Kulonprogo, Polisi Telusuri Bukti Percakapan WhatsApp

"Kebetulan saya sedang makan dan dua motor ini melintas di depan saya sambil berteriak. Mungkin sedang mencari musuh atau bagaimana, tapi yang membuat takut karena parangnya itu," jelasnya.

Kondisi di sekitar lokasi memang sepi pada saat itu. Ia yang melihat rombongan tersebut langsung masuk karena takut jadi bulan-bulanan. Rombongan itu disebut Nova mengendarai sepeda motor jenis matik dan mengeluarkan teriakan yang tidak jelas di jalanan. Meski tidak sempat menimbulkan korban, namun ia mengaku sangat terganggu dengan rombongan itu.

"Kalau membuat resah warga harusnya jadi perhatian serius pihak kepolisian. Jadinya mau keluar pada malam hari justru was-was," katanya.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menerangkan, pihaknya bakal mengintensifkan lagi sistem patroli skala besar untuk mengurangi aksi klitih atau kejahatan jalanan. Pihaknya akan fokus pada area yang lazimnya rawan atau kerap terjadi insiden seperti perbatasan Kota Jogja dengan area lain serta lainnya.

"Patroli skala besar kami lakukan dan prioritas kami di perbatasan Kota Jogja-Sleman dan juga Jogja-Bantul," katanya.