Longsor Sungai Bedog Bantul Akan Diperkuat Beronjong pada 2027
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Suasana sejumlah kios yang masih berdiri di kawasan Kampung Karanganyar RT 84/RW 19, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, Jumat (5/11/2021)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, disebutkan bahwa kawasan tidak layak huni di Kota Jogja ada sebanyak 278,70 hektare yang tersebar di 13 kemantren yang kemudian ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Jogja Nomor 393/2014.
Sementara di tahun ini mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota Jogja Nomor 158/2021, luas kawasan kumuh tersisa sebanyak 114,72 hektare yang seluruhnya masuk dalam kategori kawasan kumuh ringan.
Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya mengatakan program penataan kawasan kumuh pada tiga bantaran sungai yang ada di Jogja mengacu pada konsep Mundur, Munggah, Madhep Kali (M3K) atau memundurkan, menaikkan dan menghadapkan rumah ke sungai. Lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan tidak layak huni karena adanya ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.
"Pembangunan permukiman yang di daerah atau lingkungan perkampungan atau yang dekat dengan bantaran sungai itu ditata dengan program Kota Tanpa Kumuh. Jadi antara wajah tata kota dan pemukiman yang ada di tiga sungai baik itu Kali Code, Gajahwong dan Winongo itu kami perbaiki lewat program Kotaku," jelas Aman, Rabu (29/12/2021).
Pada 2021 ini program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku masih dijalankan dengan menyasar beberapa proyek fisik di sejumlah kelurahan. Pembangunan diupayakan pada tahap pemeliharaan infrastruktur seperti jalan, saluran drainase, sarana air minum, hingga MCK yang sepenuhnya dilakukan dengan model padat karya.
Aman menjelaskan kesesuaian pembangunan infrastruktur diupayakan agar seoptimal mungkin selesai tepat waktu. Hal ini juga menjadi bagian dan target dalam RPJMD yang bakal berakhir pada 2022 mendatang.
"Dan sejauh ini yang direncanakan bisa selesai dengan tepat waktu. Baik itu rencananya sesuai dengan target RPMJD karena tahun depan kan akhir RPJMD," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.