Pariwisata Gunungkidul Optimistis Menatap 2022

Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
31 Desember 2021 07:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Melandainya persebaran kasus Covid-19 di Gunungkidul berdampak positif pada sektor pariwisata. Objek wisata pelan-pelan dibuka dan menggerakkan kembali roda perekonomian.

Saat puncak kasus Covid-19 pada pertengahan 2021, sektor wisata terpukul. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukomono mengatakan penutupan objek wisata untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 menyebabkan kunjungan dan daya beli anjlok

Dia mengungkapkan, untuk belanja wisatawan di akhir 2019, rata-rata sebesar Rp150.484 per orang. Angka ini sempat naik di triwulan pertama 2020 menjadi Rp153.262 per orang.

Namun demikian, menurut Hary, setelah ditemukan kasus pertama penularan Covid-19 yang mengakibatkan penutupan objek wisata, ikut memberikan dampak. Dia mengungkapkan tingkat daya beli wisatawan menjadi turun karena rata-rata belanja Rp81.190 per orang. “Bahkan untuk triwulan ketiga 2020 sempat berada di angka Rp80.496 per orang,” kata Hary, Rabu (29/12/2021).

Dia pun mengakui pada saat sekarang sudah mengalami perbaikan seiring dengan pembukaan destinasi wisata. Hanya saja, untuk nominal belanja belum bisa pulih seperti sebelum saat terjadi pandemi.

“Memang ada perbaikan karena daya beli wisatawan sebesar Rp106.869 per orang di triwulan kedua 2021. Untuk triwulan ketiga tidak ada karena wisata kembali ditutup, sedangkan di triwulan keempat 2021 belum dihitung lagi,” katanya.

Hary menambahkan penurunan tidak hanya terjadi pada daya beli. Pasalnya, kunjungan juga ikut terpengaruh. Selama 2019 tercatat kunjungan wisata ke Gunungkidul sebanyak 3,6 juta pengunjung. Sedangkan di 2020 jumlah kunjungannya mencapai 1,9 juta orang. “Kalau sekarang, jumlah kunjungan baru tercatat 1,65 juta orang,” katanya.

Dia pun berharap keadaan jadi semakin baik sehingga kondisi bisa normal seperti sebelum pandemi. Menurut Hary, sudah berupaya melaksanakan anjuran pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pariwisata secara aman dan sehat.

Hal ini tak lepas adanya program pemasangan fasilitas mencuci tangan, sebagai salah satu upaya mendukung disiplin protokol kesehatan di area wisata. Selain itu, juga ada imbauan tentang menjaga jarak dan memakai masker sebagai sarana pencegahan penularan virus Corona. “Mudah-mudahan semakin membaik dan kondisi bisa kembali normal,” katanya.

Salah seorang pedagang di Pantai Kukup, Mujiyanto berharap tidak ada lagi penutupan objek wisata. Menurut dia, penutupan sangat berdampak terhadap pelaku wisata karena tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. “Kalau sekarang sudah mulai ada pemasukan lagi dan mudah-mudahan tidak ada penutupan lagi,” katanya.