Lumbung Mataraman Bendung Disiapkan Pasok Kebutuhan MBG
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, GUNUGNKIDUL– Gaji PNS telat alias belum cair sampai sekarang tak hanya terjadi di Bantul tetapi juga Gunungkidul.
Pemkab Gunungkidul memastikan pembayaran gaji PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Januari tertunda. Penundaan pembayaran dikarenakan adanya perombakan struktur organisasi perangkat daerah mulai awal 2022.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, di awal tahun ini ada keterlambatan pembayaran gaji. Ia pun berharap kepada para pegawai untuk ersabar karena keterlambatan hanya hitungan hari.
“Seluruh pegawai harus bisa memaklumi kondisi tersebut. Sebab diperlukan proses untuk pencairan gaji PNS sesuai ketentuan,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Selasa (11/1/2021).
Dia menjelaskan, penundaan terjadi karena adanya permasalahan teknis. Salah satunya disebabkan karena adanya perubahan struktur OPD di lingkup pemkab. “Ada perubahan nomenklatur di OPD sehingga memberikan pengaruh dalam pencairan gaji,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, gaji PNS di awal tahun biasanya diberikan per 3 Januari. Meski demikian, hingga sekarang gaji ini belum bisa diterima oleh setiap pegawai. “Memang ada keterlambatan, tapi saya berjanji dalam minggu-minggu ini bisa dicairkan,” katanya.
Drajad mengakui dari sisi transfer dari Pemerintah Pusat tidak ada kendala. Namun keterlambatan terjadi karena adanya perubahan kelembagaan di lingkup pemkab. Oleh karenanya, di setiap OPD haru melakukan penyesuaian di strukural sehingga pengurusan membutuhkan waktu.
Drajad mengatakan proses pencarian gaji ASN harus menunggu penyelesaikan sejumlah syarat mulai dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), entri anggaran kas oleh SKPD, serta terbitnya Surat Persediaan Dana (SPD) Triwulan I. “Tahun lalu tidak ada keterlambatan, tapi berhubung sekarang ada kelembagaan baru maka ikut berpengaruh,” katanya.
BACA JUGA: Ratusan Anak di Bantul Kehilangan Orang Tua karena Covid-19
Menurut dia, untuk OPD yang tidak mengalami pergantian sebenarnya tidak ada masalah bisa mengurus pencairan tepat waktu. Hanya saja, sambung Drajad, pemkab tidak bisa mencairkan gaji PNS karena mekanisme harus dilaksanakan secara serentak.
“Ya kalau sendiri-sendiri malah tidak baik. Jadi, pencairan harus dibarengkan ke rekening seluruh pegawai,” katanya.
Ditambahkan Drajad, sebelum pelantikan pejabat di kelembagaan baru sudah dipersiapkan agar tidak ada keterlambatan. Namun demikian, proses pencairan membutuhkan waktu karena dasar pengurusan harus mengacu pada Surat Keputusan Pelantikan sehingga bendahara yang mengurus bisa memrosesnya. “Masih dalam proses dan harapannya pegawai bisa memaklumi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.