Advertisement

Harus Balapan di Pagi Hari, Cucu Sultan Jogja yang Viral karena Makan di Angkringan Malah Teringat Soto

Herlambang Jati Kusumo
Sabtu, 19 Februari 2022 - 06:27 WIB
Budi Cahyana
Harus Balapan di Pagi Hari, Cucu Sultan Jogja yang Viral karena Makan di Angkringan Malah Teringat Soto Gustilantika Marrel Suryokusumo - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gustilantika Marrel Suryokusumo menceritakan pengalamannya ketika harus membalap di pagi hari di Inggris. Cucu Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X yang belakangan viral karena makan di angkringan ini mengaku teringat soto kala membalap di tengah dinginnya pagi hari.

Marrel menceritakan perbedaan balapan di luar negeri dan di Indonesia. Di luar negeri menurutnya sangat kompetitif. Selain itu regulasinya sangat ketat. Biayanya pun mahal. Kru dibayar secara profesional dengan hitungan per jam. Sementara, kondisi di Indonesia berbeda.

BACA JUGA: Viral karena Makan di Angkringan, Cucu Sultan Jogja Bingung Cari Nasi Saat Jadi Pembalap di Inggris

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Di sini saya bersyukur ketemu orang yang satu visi, ada kebanggaan bersama bawa nama Jogja. Istilahnya mereka gak nge-charge [mematok honor], tetapi tetap harus kami anggarkan,” ucap yang bergabung dengan Beagle Jogja Rally Team, saat diwawancarai Harian Jogja di kantornya, Sri Andhini Sakti, Jalan Magelang Km 7, Sendangadi, Mlati, Sleman, April 2021 lalu.

“Di luar negeri dingin, di Indonesia kayak nganggo selimut mlaku neng dalan ngentang-ngentang jam 12 awan [Seperti pakai selimut berjalan pada pukul 12 siang, panas sekali]. Terus di luar negeri balapan pagi biasanya jam lima, pikirannya kan soto enak anget-anget.”

Fasilitas balapan juga beda jauh. Di Indonesia masih sulit ditemui tempat latihan, sementara di luar negeri relatif mudah. Hal itu pula yang menurutnya membuat jam terbang pembalap di luar negeri lebih tinggi.

Marrel mengatakan dahulu dia sulit minta izin kembali ke Indonesia untuk balapan. Namun, hobi yang ia tekuni dengan serius itu membuahkan hasil. Dia beberapa kali pulang dan mendapatkan podium sehingga bisa meyakinkan ibu, kakek, dan neneknya.

Untuk meyakinkan keluarga besarnya, Marrel juga tekun belajar. Ia biasanya menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hari di perpustakaan kampus. Tugas yang biasa dikumpul tiga bulan ke depan, ia kerjakan segera. Belajar di luar negeri pun ia selesaikan tepat waktu.

Saat ini Marrel fokus pada sprint rally dan street offroad.

Advertisement

BACA JUGA: Cucu Sultan Jogja yang Viral karena Makan di Angkringan Pernah 6 Jam Pegang Papan Arah

Marrel adalah cucu Sri Sultan HB X dari putri keduanya, GKR Condrokirono yang menikah dengan Eri Triawan. Seperti ayahnya, Marrel yang berusia 26 tahun ini juga memiliki hobi balap.

Marrel memulai dari mini bike trail. Baru setelah itu, ia masuk di adu cepat roda empat. Gokart dia jajal saat dia masih duduk di bangku kelas II SD.

Advertisement

Saat masuk SMP dan SMA, ia sempat vakum di dunia otomotif dan menyeberang ke musik. Ketika akan lulus SMA, Marrel kembali ke dunia otomotif. Ia juga bergabung dengan komunitas Double Cabin Indonesia dan sering mengikuti offroad.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA DeBritto, putra dari GKR Condrokirono—putri kedua Sri Sultan HB X—itu melanjutkan pendidikan di Inggris. Gelar S1 dia dapat dari University of West of England dan titel S2 dia terima dari King’s College University pada 2020. Keduanya di jurusan Hubungan Internasional. Di sela-sela kesibukannya menjalani kuliah, Marrel tetap menekuni hobinya di dunia otomotif.

Kegemarannya di dunia balap juga didukung lingkungan tempat ia kuliah. Di Inggris, hampir seluruh universitas memiliki tim balap. Ia mencoba ikut seleksi kejuaraan nasional gokar khusus mahasiswa. Marrel pun menjadi satu-satunya orang Asia yang lolos seleksi. Dia masuk Tim A.

British Universities Karting Championship (BUKC) atau Kejuaraan Nasional Gokar Khusus Mahasiswa menjadi tempat Marrel mengasah kemampuan. Kurang lebih lima tahun selama di Inggris, ia terus membalap. Sesekali bahkan ia menyempatkan terbang kembali ke Indonesia untuk mengikuti kejuaraan speed offroad.

Advertisement

Hobi itu butuh energi banyak, juga uang yang tidak sedikit. Meski jadi cucu Sultan, tidak lantas Marrel berpangku tangan menjalani hobinya itu. Ia rela berhemat, dan mandiri bekerja demi memenuhi Hasrat menyalurkan hobinya.

“Pernah kerja pegang papan arah untuk mahasiswa baru. Saya berdiri enam jam. Angkut-angkut kursi juga kalau ada simposium, atau apa yang lain, kan butuh tenaga. Lumayan itu [honornya],” ucap Marrel.

BACA JUGA: Pembangunan Tol Perdana di Jogja Akan Dimulai di Selokan Mataram

Advertisement

Marrel menjadi pembicaraan setelah videonya makan di angkringan viral. Video cucu Sultan Jogja yang makan di angkringan itu kali pertama dibagikan akun @danangpurwoko.id di Instagram. “Jarang terekspos, Cucu SULTAN terciduk sarapan di angkringan.. haaaa.. koyokke siap2 meh ngegas ni mas @marrel.sk ??,” tulis akun @danangpurwoko.id dalam unggahannya.

Dalam video berdurasi 1 menit 27 detik itu, Marrel terlihat makan sambil lesehan beralaskan tikar di trotoar. Ia juga melayani pertanyaan sejumlah warga yang merasa kaget dengan kehadirannya.

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement