Advertisement

Ada Klaster Hajatan, Satu RT di Nglipar Masuk Zona Oranye

David Kurniawan
Rabu, 23 Februari 2022 - 14:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ada Klaster Hajatan, Satu RT di Nglipar Masuk Zona Oranye Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan ada satu RT di Kapanewon Nglipar masuk zona oranye penularan virus corona. Kepastian ini mengacu pada hasil pembaharuan peta zonasi kerawanan yang dikeluarkan pada Senin (21/2/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kenaikan kasus corona berdampak terhadap peta zonasi kerawanan corona di tingkat RT di Bumi Handayani. Satu minggu yang lalu, di Gunungkidul belum ada yang berstatus zona oranye mapun merah.

Namun demikian, hasil pembaharuan data terbaru yang dikeluarkan Senin kemarin sudah ada satu RT yang berstatus zona oranye. “Untuk zona merah memang belum ada, tapi dengan adanya RT berstatus zon oranye, maka kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi,” kata Dewi, Rabu (23/2/2022).

Dia menjelaskan, adanya RT zona oranye ini terjadi karena adanya klaster hajatan di Kapanewon Nglipar. Dewi meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran kasus bisa terkendali. “Tidak boleh abai karena protokol kesehatan memiliki peran penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” ujarnya.

Menurut Dewi, peningkatan kasus penularan virus corona yang terjadi akhir-akhir ini tak hanya memunculkan RT zona oranye. Namun demikian, sambung dia, jumlah RT dengan status zona hijau di Gunungkidul terus berkurang.

Baca juga: Klaster Mantenan di Kulonprogo: Rombongan Pengantin Ada yang Sakit tapi Nekat Hajatan

Di saat bersamaan, jumlah RT dengan status zona kuning juga ikut bertambah. Sebagai contoh, hasil pendataan yang mengacu penambahan kasus pada 7-13 Februari, dari total 6.854 RT, yang berstatus zona hijau 6.773 RT hijau, zona kuning sebanyak 81 RT.

Namun demikian, hasil pendataan terbaru (mengacu pada data penularan14-20 Februari) di Gunungkidul ada 6.475 RT dan zona kuning sebanyak 378 RT. “Memang untuk RT zona kuning ada peningkatan signifikan, dibanding data satu minggu yang lalu,” ujarnya.

Dewi menambahkan, untuk penanganan corona juga sudah memperbanyak tempat tidur perawatan. Pada awalnya, ada 82 tempat tidur yang disediakan, namun sekarang sudah bertambah menjadi 149 tempat tidur. “Hingga sekarang baru terpakai 36 tempat tidur,” katanya.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, sudah menyiapkan perencanaan disaster plan untuk perawatan Covid-19. Skema ini khususnya digunakan untuk mengantisipasi terjadi lonjakan pasien. “Kami bisa menambah ruang perawatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.

Advertisement

Dia menjelaskan, mekanisme penambahan, salah satunya dengan menggabungkan sejumlah bangsal perawatan menjadi satu, khusus untuk isolasi pasien corona. “Kami juga menyesuaikan jumlah tenaga yang ada untuk penanganan,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement