Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Pembuatan kain tenun yang menggunakan alat bukan mesih di Dusun Pencil, Bendung, Semin, Gunungkidul, Senin (14/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Pencil, Bendung, Semin, Gunungkidul mengembangkan kerajinan yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Hasil tenunan berupa sarung goyor sudah dipasarkan ke mancanegara mulai dari Somalia di Benua Afrika hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA: Ada Kasus Korupsi, Dana Desa di Getas Gunungkidul Belum Bisa Dicairkan
Pemilik kerajinan, Mardi Mulyono, mengatakan usaha tenun bukan mesin ini dirintis sejak 2021 lalu. Hingga sekarang sudah ada sepuluh pekerja dan dia akan menambah tenaga untuk menambah proses produksi.
“Untuk ATBM sudah ada 17. Tapi, yang digunakan baru sepuluh. Rencananya, mau menambah tenaga lagi,” kata Mardi saat ditemui di rumahnya, Senin (14/3/2022).
Usaha yang digeluti belum lama, tapi produksinya sudah berjalan dengan lancar. Setiap bulan minimal dia bisa memproduksi kain sarung goyor sebanyak 30 lembar dengan panjang masing-masing sekitar 480 centimeter.
Menurut Mardi, proses produksi belum bisa dikebut karena perajin masih belum ahli sehingga butuh proses belajar untuk membiasakan diri. Selain itu, pembuatan benar-benar manual sehingga tidak bisa secepat pada saat menggunakan mesin. “Memang butuh proses. Tapi, saya dan istri terus membantu untuk sisi kualitas dan perbaikan alat-alat kalau ada yang rusak,” katanya.
Ia sudah bekerja sama dengan supplier di Sragen, Jawa Tengah. Hasil kerajinan sarung goyor akan ditampung kemudian dipasarkan ke luar negeri seperti Somalia dan negara-negara di Timur Tengah. “Memang tujuannya ke negara yang memiliki cuaca panas. Sebab, pada saat dipakai berasa adem,” tutur dia.
Harga kain bervariasi dan disesuaikan dengan motif dan bahan bakunya. Kain tenun yang dihasilkan dijual di kisaran Rp600.000 hingga Rp1 juta per jelai. “Kelasnya masih menengah. Kalau di atasnya lebih dari Rp1 juta per kainnya,” ungkapnya.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mendukung pengembangan kain tenun yang menggunakan teknologi ATBM. Menurut dia, prospek usaha sangat bagus dan juga menjadi salah satu kerajinan unggulan di Kecamatan Semin.
“Sudah ada lampu hias di Dusun Garotan. Sekarang kain tenun di Dusun Pencil,” katanya.
Selain itu, dengan usaha kerajinan ini ada warga yang ikut menggantungkan hidup dengan pembuatan tenun di Gunungkidul. “Mudah-mudahan lancar dan ekonomi para perajin bisa ikut meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Hasil drawing IBL All Indonesian 2026 menempatkan Satria Muda di Grup A dan Dewa United di Grup B. Turnamen berlangsung 24 Oktober–1 November.
DPR meminta TNI mengusut tuntas dugaan operasional judi online di rumah dinas KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil dan 32 komputer diamankan.
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.
Jasa Marga mengandalkan teknologi, analisis data lalu lintas, dan kesiapan armada untuk meningkatkan keselamatan serta layanan jalan tol.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.