KRL Jogja-Solo Senin 14 September, Ini Jadwal dan Tarifnya
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 14 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Direktur SMK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wardani Sugiyanto saat menyampaikan pemaparan Kurikulum Merdeka, Sabtu (19/3/2022). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah akan segera menerapkan Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan. Kurikulum ini diklaim lebih fleksibel dan tidak memberat guru maupun siswa.
Direktur SMK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wardani Sugiyanto menjelaskan sosialisasi kurikulum merdeka terus dilakukan. Jawatannya meminta masukan dari masyarakat, dosen hingga mahasiswa. Secara umum, pada jenjang SMK, kurikulum ini nantinya akan memperkuat link and match antara dunia usaha dan industri dengan pendidikan. Sosialisasi dipercepat, ia tidak ingin seperti kejadian penerapan Kurikulum 2013, di mana sosialisasi sangat minim namun sekolah harus menerapkannya.
"Maka sosialisasi kurikulum dipercepat seperti melalui kanal Youtube supaya banyak guru memahami, akhir Maret akan mulai mengisi aplikasi implementasi kurikulum merdeka. Tetapi belum semua diwajibkan, kalau sudah paham dan siap baru boleh memakai kurikulum merdeka," katanya dalam Kuliah Umum Magister Pendidikan Vokasi di Kampus UAD Jogja, Sabtu (19/3/2022).
Wardani mengatakan ada sejumlah kelebihan Kurikulum Merdeka. Antara lain, lebih sederhana dan mendalam. Sehingga proses belajar bisa fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Selain itu belajar menjadi lebih mendalam dan bermakna. Sehingga siswa termotivasi belajar sesuai dengan passion mereka. Cara ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang cenderung klasikal dan para siswa diberi perlakuan yang sama. "Nanti [kurikulum merdeka] ini harus kuat mendeteksi masing-masing pribadi porto folio siswa," ujarnya.
Kelebihan lain, kata dia, menjadi lebih merdeka. Karena peserta didik tidak ada program peminatan seperti di SMA, peserta didik dibebaskan memilih mata pelajaran sesuai minat bakatnya. Kemudian guru mengajar sesuai tahap pencapaian dan perkembangan peserta didik. Konsep ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang padat dan semua materi harus disampaikan sehingga tidak ada waktu diskusi atau berfikir kritis.
Baca juga: Sejumlah Sekolah di DIY Terapkan Uji Coba Kurikulum Baru
"Sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan, mengelola kurikulum dan pembelajar sesuai dengan karakter satuan pendidikan dan peserta didik," ucapnya.
Ia mengklaim kurikulum merdeka ini lebih relevan, pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan proyek dengan memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk aktif mengeksplorasi isu aktual. "Seperti isu lingkungan kesehatan dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar pancasila," katanya.
Rektor UAD Muchlas menilai kampus memang harus merespons rencana penerapan kurikulum merdeka pada satuan pendidikan jenjang SMA/SMK. Mengingat UAD sebagai salah satu kampus yang memiliki tanggungjawab untuk mencetak guru SMA/SMK. Sehingga kurikulum pun harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa sebagai calon guru.
"Pada pendidikan vokasi diilhami spirit pemerintah dalam melaksanakan revitalisasi pendidikan vokasi, sehingga kami perguruan tinggi menyediakan guru vokasi untuk SMK sekaligus untuk pengembangan SMK lebih lanjut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 14 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Gelombang tinggi hingga 4 meter melanda pantai selatan Cianjur. BPBD meminta nelayan dan wisatawan menjauhi pantai sementara.
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.