Advertisement
Pemkab Bantul Izinkan Warga Salat Tarawih Berjemaah

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul mengizinkan umat muslim untuk menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah pada Ramadan tahun ini seperti sebelum pandemi Covid-19. Berbeda dengan dua kali Ramdan sebelumnya yang dibatasi karena tingginya angka penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari.
Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo mengatakan seperti arahan dari bapak Presiden RI Joko Widodo sudah sangat jelas bahwa di Ramadan kali ini umat muslim bisa melaksanakan salat tarawih secara berjamaah.
Advertisement
“Namun seperti arahan Pak Presiden Jokowi tetap harus menerapkan protokol kesehatan, supaya tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19,” kata Joko, saat ditemui Kamis (24/3/2022).
Joko mengaku akan menindaklanjuti arahan Presiden RI tersebut dengan berkoordinasi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bantul agar salat tarawih tetap bisa dilaksanakan secara berjemaah di masjid namun tidak terjadi penularan Covid-19.
Pria yang juga sebagai ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul ini juga menegaskan Pemkab Bantul ini juga tidak akan melarang adanya warga yang akan melaksanakan tradisi padusan sehari menjelang Ramadan, “Silahkan saja jika warga ingin melaksanakan tradisi mensucikan diri sehari sebelum bulan Ramadan,” ujarnya.
Baca juga: Tradisi Padusan, Wisata Gunungkidul Tetap Dibuka
Namun lagi-lagi Joko tetap mengingatkan agar dalam menjalankan tradisi padusan mengedepankan protokol kesehatan, minimal tidak berkerumun.
Lebih lanjut Joko mengaku bersyukur karena jelang Ramadan ini angka kasus harian Covid-19 di Bantul terus menurun dan angka kasus aktif atau yang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19 saat ini 1.593 kasus. Jauh berkurang dibanding akhir Februari sampai awal Maret lalu yang bisa lebih dari 7.000 kasus aktif.
“Yang jelas ini patut disyukuri dan penurunan Covid-19 ini berkat kerja keras semua pihak baik dari pemerintah, TNI-Polri, kejaksaan dan stake holder lainnya termasuk masyarakat yang taat menjalankan protokol kesehatan. Ini juga jadi angin segar menjelang bulan Ramadan,” tandas Joko.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, angka kesembuhan dari Covid-19 di Bantul terus menurun dari hari ke hari. Per 23 Maret 2022 penambahan kasus sembuh sebanyak 237 kasus, lebih banyak dari penambahan angka terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 63 kasus. Namun angka meninggal dunia juga masih tetap ada sebanyak empat orang.
Dengan demikian kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif sejak pandemi Covid-19 di Bantul sebanyak 73.177 kasus, total kasus sembuh sebanyak 69.895 kasus, dan total kasus meninggal sebanyak 1.689 orang. Sementara kasus aktif saat ini sebanyak 1.593 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Menteri Perhubungan Pastikan Persiapan Menghadapi Arus Balik Telah Maksimal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
- Tim SAR Parangtritis Masih Cari Satu Korban Kecelakaan Laut
- Libur Lebaran 2025, Pengunjung GL Zoo Bisa Tembus 11.000 Orang dalam Sehari
- Balita 2 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Salah Satu Objek Wisata di Banguntapan
- Dinas Pariwisata Gunungkidul Optimistis Target Kunjungan 130.000 Pengunjung di Libur Lebaran Bisa Terpenuhi
Advertisement
Advertisement