Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Penandatanganan kerja sama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan FIB UGM di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan, Kompleks Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (1/4/2022)./Istimewa-Kraton
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Jogja atau Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menggandeng Fakultas Ilmu Budaya UGM dalam upaya transliterasi dan alih media manuskrip arsip.
BACA JUGA: Lancar, Pembebasan Lahan Proyek Tol Jogja Solo Dapat Pujian
Kerja sama keduanya secara resmi ditandatangani di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan, Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (1/4/2022).
Naskah kerja sama ditandatangani GKR Condrokirono selaku Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura bertindak sebagai perwakilan dari Kraton Jogja dan Dekan FIB UGM Setiadi. Hadir pula Penghageng KHP Kridhamardawa KPH Notonegoro.
GKR Condrokirono menjelaskan Kraton Jogja selalu mengupayakan berkolaborasi dan menggandeng akademisi untuk pelestarian budaya. Beberapa perjanjian kerja sama dengan berbagai universitas, institut, maupun sekolah tinggi sudah dilakukan. Penandatanganan kerja sama dengan FIB UGM ini menambah mitra Kraton Jogja dalam melakukan kajian dan serangkaian aktivitas akademis demi pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di lingkungan Kraton.
Perjanjian kerja sama ini secara spesifik ditujukan akan melakukan transliterasi dan alih media manuskrip ke arsip, penataan konten digital hingga penyediaan ahli untuk pengembangan tradisi Kraton. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat diwujudkan ke dalam bentuk magang mahasiswa, kegiatan penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penyelenggaraan kuliah umum, kegiatan dosen tamu, serta kegiatan workshop, pelatihan, dan seminar.
“Kerja sama ini dalam ruang lingkup kegiatan transliterasi [penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain] dan alih media manuskrip [naskah tulisan tangan yang menjadi kajian filologi] arsip. Kemudian penataan dan penyediaan konten digital secara multibahasa dan multiaksara serta penyediaan sumber daya ahli untuk pendidikan dan pengembangan budaya khususnya tentang tradisi adiluhung yang bersumber kepada Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/202022).
Dekan FIB UGM Setiadi mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan yang diberikan kepada FIB untuk kerja sama dengan Kraton. Melalui kerja sama itu, ia berharap dapat mewujudkan misi visi FIB sebagai pusat kebudayaan di UGM.
“Dengan perjanjian kerja sama yang telah disahkan hari ini harapannya bisa menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kelak setelah lulus, mahasiswa tidak hanya berbekal ijazah saja, tetapi juga memiliki keterampilan budaya,” katanya.
BACA JUGA: 3 Bangunan Bersejarah di Jalan Malioboro Ini Tak Masuk Atribut Sumbu Filosofis
Kerja sama yang dijalin selama tiga tahun ke depan itu, akan semakin membuka jalan bagi civitas akademika FIB UGM untuk melakukan kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya di semua tepas dan kawedanan di lingkungan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026 melawan Nepal dan Jepang lengkap dengan jam pertandingan dan venue.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana