Advertisement

Supriyadi dan Semerbak Tebaran Stroberi di Bibir Gajah Wong

Lajeng Padmaratri
Rabu, 06 April 2022 - 18:07 WIB
Arief Junianto
Supriyadi dan Semerbak Tebaran Stroberi di Bibir Gajah Wong Supriyadi menunjukkan tanaman stroberi di Kampung Stroberi./Harian Jogja - Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Tanaman stroberi bisa tumbuh subur di sebuah gang di Kota Jogja yang notabene berada di dataran rendah? Tangan dingin Supriyadi lah yang membuktikannya. Nyatanya, sebuah kampung di Jogja ada yang sampai dijuluki Kampung Stroberi lantaran banyak tanaman stroberi tumbuh di sana.

Kampung Stroberi berada di Kampung Balirejo RT 52 RW 5, Kelurahan Muja-Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja. Di sana, warga menanam stroberi di sepanjang gang jalan selebar tiga meter di pinggir Sungai Gajah Wong.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Ketua Kampung Stroberi, Supriyadi adalah salah satu penggagas gerakan warga menanam stroberi untuk mengasrikan kampung. Mulanya, stroberi itu ditanam di kawasan itu dengan tujuan mengurangi hawa panas dari kawasan jalan yang gersang.

BACA JUGA: Salat di Masjid UGM, Ridwan Kamil Diserbu Mahasiswa Minta Foto Bareng

Berkembangnya Kampung Stoberi tak lepas dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program dari pemerintah yang dibangun pada 2018 itu mengubah akses gang yang dulunya rusak menjadi jalan dengan paving block serta berpagar.

Hanya memang begitu jalan gang itu dipasangi paving block, hawanya justru semakin panas dan gersang.

Suatu kali, salah seorang warga bernama Tulus Sutejo membeli tanaman stroberi dari kawannya di Bantul dan dibawa ke Kampung Balirejo. Dia pun meminta bibit stroberi padanya untuk ditanam.

"Akhirnya kami berdua yang menggagas untuk mengisi pinggir jalan setapak ini dengan stroberi. Biar enggak gersang, ada tambahan oksigen, kami tanami buah-buahan sejak 2019," kata Supriyadi kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Advertisement

Keputusan Supriyadi untuk mengikuti langkah Tulus menanam stroberi dalam polybag lantaran dia teringat bahwa belasan tahun lalu dia pun pernah memiliki tanaman stroberi di rumahnya. Dengan niatan ingin kembali mengulang pengalamannya bercocok-tanam buah stroberi, ia pun bersama Tulus budi daya tanaman stroberi.

"Begitu lihat Mas Tulus punya stroberi, saya jadi ingat bahwa pada 2006 saya pernah punya tanaman stroberi juga. Waktu itu ada dua pot, meskipun tidak begitu saya rawat dengan fokus, tapi bisa berbuah. Saya jadi kepikiran untuk kembangkan lagi. Saya minta sulurnya ke Mas Tulus, dari satu pot bisa jadi banyak sekarang," ucap dia.

BACA JUGA: Harga Gula Pasir Naik, Penjualan Merk Tertentu di Jogja Dibatasi

Advertisement

Lama-kelamaan, warga sekitar pun tertarik pada stroberi miliknya. Mereka pun menginginkan bibitnya dan meminta diajari cara merawat tanaman stroberi. Bagi tetangga sekitar kala itu ia persilakan untuk mengambil bibit stroberi yang ada.

Jalan setapak yang tadinya kosong kemudian ia pasangi rak tanaman secara swadaya. Kini, di tepi gang itu sudah banyak ditumbuhi tanaman stroberi. Tak hanya dia, warga lainnya di Balirejo juga tertarik menanam di sekitar kediaman masing-masing.

Buat Olahan

Kini, ada tiga jenis stroberi yang sudah dikembangkan di Kampung Stroberi Balirejo. Mulai dari jenis California, Mencir, dan Merlan.

Advertisement

Selain pembibitan dan pemanenan stroberi, Kampung Stroberi Balirejo juga mengolah hasil panennya. Di sana, dibentuk kelompok tani yang fokus pada pengolahan stroberi menjadi aneka penganan.

"Mulai dari eggroll, cokelat, kue kembang goyang, dodol, sampai manisan stroberi. Daun stroberi juga kami olah jadi keripik," terang Supriyadi.

BACA JUGA: Daffa Korban Klithih Jogja adalah Anak Anggota DPRD Kebumen

Advertisement

Dengan begitu, dia berharap ekonomi masyarakat bisa terangkat melalui pengolahan hasil panen stroberi di sana. Bahkan, Supriyadi sempat bermimpi jika Kampung Stroberi Balirejo itu bisa menjadi pusat edukasi dan pariwisata mengenai budi daya stroberi di perkotaan.

"Kami sempat bermimpi, kalau sepanjang jalan setapak dan kampung di sini banyak ditanami stroberi, kan bisa jadi wisata edukasi bagi anak-anak, misalnya mengenalkan tumbuhan stroberi dari berbagai jenisnya. Kami juga inginnya jadi wisata petik buah," tuturnya.

Sayangnya, pandemi yang melanda pada awal 2020 membuat mimpi Supriyadi harus tertunda. Meski beberapa kali diakuinya ada kunjungan para pegowes melintasi jalan setapak tersebut untuk berfoto dengan deretan tanaman stroberi, tetapi kunjungan itu belum ramai.

Sembari menunggu situasi pandemi mereda sehingga ia bisa mewujudkan mimpinya membangun wisata edukasi di Kampung Stroberi Balirejo, Supriyadi kini fokus menekuni pembibitan.

Di sela-sela waktunya sebagai pegawai di sebuah bank, kegiatan bercocok tanam stroberi terus ia lakoni. Bahkan beberapa kali ia bisa mengirim ratusan bibit ke mitranya di daerah Bantul.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Survei Indikator: Polri Masih Terpuruk

News
| Senin, 28 November 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement