Advertisement

Jika Malah Bikin Repot, Wisata Bantul Tak Akan Pakai Kode QR saat Libur Lebaran

Catur Dwi Janati
Minggu, 10 April 2022 - 18:57 WIB
Arief Junianto
Jika Malah Bikin Repot, Wisata Bantul Tak Akan Pakai Kode QR saat Libur Lebaran QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Penerapan pembayaran nontunai di tempat pemungutan retribusi (TPR) pariwisata melalui kode QR bakal dilakukan secara fleksibel saat libur Lebaran. Bila memang dengan pemindaian kode QR justru memperlambat pelayanan, maka pembayaran akan diterapkan secara manual.

"Insyallah nanti kami lihat situasi. Jadi penggunaan QRIS [QR Indonesia Standard] kalau nanti memperlancar proses tentu akan kami optimalkan," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Sabtu (10/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Cuaca Memburuk, Nelayan Bantul: Kami Cuma Bisa Memancing

Sebaliknya, kata dia, bila dalam penerapannya justru menimbulkan antrean panjang dan kemacetan, maka pemungutan retribusi secara manual yang akan dioptimalkan. Penarikan retribusi berbasis teknologi dan manual akan dipilih sesuai kondisi kunjungan wisatawan.

"Kalau dengan QRIS ini justru menyebabkan kemacetan nanti akan kami evaluasi untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan," ucap dia.

Menurut Kwintarto, fungsi pelayanan yang dijalankan Dinas Pariwisata Bantul adalah berusaha memberikan pelayanan maksimal. "Kalau pada waktu itu kami paksakan tetapi justru berakibat pelayanan tidak baik ya kami harus agak sedikit luwes lah dalam rangka untuk pelayanan," tambahnya.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perang Sarung Dibundeli Batu

Kwintarto berharap pembayaran retribusi nontunai dapat meningkat dengan tanpa menampikan situasi di lapangan.

Advertisement

"Harapannya memang cashless-nya meningkat, tetapi kalau tidak memungkinkan karena situasi belum teredukasi secara baik yang mengakibatkan mungkin di titik-titik tertentu menyebabkan kemacetan misalnya, ya kita harus kembali pada sistem lama dan itu pun kita maksimalkan. Prinsipnya seperti itu," ucap dia. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tarif Ojek Online Akan Ditentukan Gubernur, Begini Tanggapan Ojol

News
| Rabu, 30 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement