Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman: Pemasangan Girder dan Ramp Off Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menunjukkan kondisi cabai di lahan budi daya cabai off season yang terserang patek, Kamis (14/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Hama patek yang selama ini jadi momok bagi petani cabai menyerang salah satu titik area pilot project penanaman cabai off season di Kapanewon Sanden, Bantul.
Dari hasil peninjauan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul ke sejumlah lahan cabai off season di Kapanewon Sanden, meski beberapa titik lahan budi daya terpantau bagus dan produktif, ternyata ada salah satu titik yang memerlukan perhatian lebih.
Penyuluh Pertanian Lapangan Kapanewon Sanden, Wikan Tri Pangarsa menjelaskan ada beberapa titik penanaman cabai off season di kapanewon Sanden. Pada dua titik lahan yakni Karanganyar dan Gokerten, pertumbuhan tanaman masih cukup baik dan tanaman masih produktif menghasilkan buah.
"Titik di Karanganyar bagus. Terus yang di Gokerten juga bagus, tetapi sebelahnya yang tanaman awal itu terkena [penyakit] karena alam juga. Jadi bedengannya lebih rendah, jadi pas hujan deras kemarin kelelepan," kata dia, Kamis (14/4/2022).
BACA JUGA: Kabar Baik! Lima Kecamatan di Bantul Ini Nol Kasus Covid-19
Kondisi lahan di Karanganyar, kata dia, termasuk dalam kategori lahan pasir. Akan tetapi serangan penyakit patek rendah. Meski begitu, ada satu titik lain penanaman cabai off season di lahan pasir, tepatnya di dekat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) mengalami serangan patek yang cukup masif.
Menurut Wikan, aspek tenaga kerja menjadi salah satu segi vital yang menyebabkan tinggi rendahnya intensitas serangan. Untuk mencegah penyakit menular, dibutuhkan tenaga kerja yang cukup dibandingkan dengan jumlah tanaman untuk melakukan sejumlah tindakan pengendalian dengan segera.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo menambahkan, dari dua hekatre lahan uji coba cabai off season serangan patek cukup parah hanya terjadi di lahan pasir dekat JJLS.
"Sementara di lahan lainnya, tanaman cabai masih banyak berbuah dengan intensitas serangan yang rendah," ucap dia.
Untuk mengatasi serangan patek agar tak menyebar, satu-satunya cara yang mungkin bisa dilakukan yakni pemetikan seluruh cabai, baik yang sehat maupun yang sakit.
BACA JUGA: Pesan Paskah dari Gereja HKTY Ganjuran Bantul
Cabai yang belum terserang patek dapat segera dijual. Sementara untuk cabai yang terserang patek harus dimusnahkan, salah satunya dengan cara ditimbun. Pemusnahannya pun harus dilakukan di luar area lahan budi daya.
"Setelah tanaman cabai bersih dari buah cabai, kemudian dilakukan penyemprotan fungisida dan perawatan harian dengan pupuk. Harapannya setelah ada [kuncup] buah baru maka tidak ada lagi serangan patek," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.