Advertisement

Perajin Peci Panen Omzet Ramadan Tahun Ini

Catur Dwi Janati
Sabtu, 16 April 2022 - 10:07 WIB
Arief Junianto
Perajin Peci Panen Omzet Ramadan Tahun Ini Proses produksi peci rajut. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Ramadan kali ini membawa berkah bagi perajin peci di Bantul, salah satunya perajin peci rajut Al-Husni di RT 05 Dudun Bedukan , Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantu. Pesanan peci di bulan ini bisa dua kali lipat dari hari biasanya.

Peci rajut Al-Husni biasanya memproduksi peci sebanyak 1.500-2.000 peci di hari biasa, “Kalau bulan-bulan biasa bisa mendapatkan omzet Rp4-5 juta dan Ramadan bisa dua kali lipat,” ujar Husni Khabibullah, pemilik usaha peci rajut Al-Husni, Kamis (15/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Ibadah di Gereja HKTY Ganjuran Dijadwal Berdasarkan Kewilayahan

Dia bersyukur pada Ramadan ini mulai banyak pesanan kembali. Padahal pada 2020 pihaknya terpaksa harus menghentikan produksi karena tidak ada pesanan sama sekali sehingga karyawanpun terpaksa di rumahkan. Namun kini semua karyawan kembali bekerja.

Husni mengaku usahanya tersebut merupakan milik ayahnya yang berdiri sejak 2002 lalu, tetapi setelah ayahnya meninggal dunia, dia pun harus melanjutkan usaha peci rajut tersebut.

“Ayah saya bilang jangan mencari pekerjaan, kalau bisa menciptakan lapangan kerja,” ucapnya.

Bukan hanya peci rajut yang diproduksi, tetapi berbagai jenis peci, seperti kopiah, rajut lipat, peci rajut Aceh, peci Taliban yang berwarna putih, dan yang terbaru peci Bargus

. Setiap hari Husni dibantu 20 karyawannya untuk memproduksi peci. Dalam sehari setiap orang dapat memproduksi peci tidak lebih dari 10 buah.

BACA JUGA: Tarif Masuk Parangtritis Naik Jadi Rp15.000, Dispar Bantul: Tak Semudah Itu

Tapi untuk peci full rajut seperti peci rajut aceh, satu karyawannya bisa membuat 3-4 buah. Sedangkan untuk model Bargus bisa 7-8 buah per hari. Untuk bahan baku selama ini diakui Husni tidak terlalu sulit didapat. Sementara untuk pemasaran, peci Al-Husni selama ini tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan sampai luar negeri.

“Pemasaran selama ini mengandalkan offline dan online dan memanfaatkan jariang pondok pesantren,” katanya.

Harganya juga bervariasi, untuk kopiah Rp15.000, peci rajut lipat Rp 25.000-30.000. Untuk peci Aceh Rp35.000-40.000. Peci Taliban termasuk peci lipat harganyaRp25.000-30.000. Namun untuk reseller biasanya dijual kembali dengan harga Rp80.000-90.000. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement