Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi./Freepik
Harianjgoja.com, BANTUL-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bantul turun level dari level 3 menjadi level 2 per 19 April 2022. PPKM level 2 ini berlaku sampai 9 Mei mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengaaku bersyukur Bantul akhirnya jadi level 2 sehingga ada kelonggaran bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari di tengah menghadapi Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.
Menurutnya penurunan level ini tidak lepas dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian yang terus menurun dan angka kesembuhan terus meningkat, “Bisa kita lihat kasus aktif di Bantul per 18 April 2022 tinggal 33 orang,” kata Helmi, saat dihubungi Selasa (19/4/2022).
Dengan turunnya menjadi level 2 ini, kata Helmi, masyarakat diperbolehkan untuk beraktifitas seperti silaturahim, pemudik datang ke Bantul. Demikian objek wisata juga tetap dibuka atau tidak ada yang ditutup. Ia memprediksi mobilitas di Bantul akan meningkat seperti sebelum ada Covid-19, terlebih selama dua tahun terakir ini ada pembatasan.
BACA JUGA: Tsamara Amany Beberkan Alasannya Henkang dari PSI,karena Perbedaan Pandangan?
Meski demikian Helmi meminta masyarakat untuk tidak lena dan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun, “Masyarakat diminta tetap mentaati protokol kesehatan,” ujarnya.
Pihaknya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan operasi prokes secara berkala di tempat-tempat keramaian dengan harapan kasus Covid-19 tindak meningkat lagi atau justeru menghilang.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Bantul per 18 April 2022 tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara penambahan angka kesembuhan sebanyak empat orang.
Secara komulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 73.740 kasus. Dari jumlah tersebut 71.998 orang sembuh. Sementara yang meninggal sebanyak 1.709 orang. Sehingga kasus aktif atau yang masih menjalani isolasi karena terpapar Covid-19 per 18 April sebanyak 33 kasus.
Kasus aktif tersebar di Kapanewon Banguntapan 10 orang; Imogiri lima orang; Kasihan empat orang; Sewon ,Pajangan, dan Sedayu masing-masing tiga orang; Dlingo dua orang; Pandak, Bambanglipuro, dan Piyungan masing-masing satu orang. Sementara tujuh Kapanewon yang tidak ada kasus aktif, yakni Kapanewon Pleret, Jetis, Bantul, Pundong, Karetek, Sanden, Srandakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.