Advertisement

290.000 Kendaraan Melintasi DIY, Petugas Berupaya Cegah Masuk Kota

Sunartono
Rabu, 27 April 2022 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
290.000 Kendaraan Melintasi DIY, Petugas Berupaya Cegah Masuk Kota Ratusan pemudik dari Jakarta yang menggunakan Kereta Api Progo turun di di Stasiun Lempuyangan, Jogja, Rabu (27/4/2022)-Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 294.431 kendaraan keluar masuk DIY selama arus mudik antara Selasa Senin (25/4/2022) hingga Rabu (27/4/2022) pagi. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian berusaha untuk mengarahkan kendaraan yang melintas agar tidak lewat perkotaan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti menjelaskan selama arus mudik tiga hari terakhir tercatat ada 294.431 kendaraan yang terpantau keluar masuk DIY. Terdiri atas 135.815 masuk dan 158.616 kendaraan keluar DIY. Dari jumlah arus keluar terpantau dari tempat sebanyak 1.151, dari Prambanan 2.216 kendaraan, Piyungan 926 kendaraan dan dari barat DIY tercatat ada .1472 kendaraan.

Advertisement

“Memang belum ada kenaikan yang signifikan baik yang masuk maupun keluar. Kemudian yang masuk DIY terpantau dari Tempel ada 1.759 kendaraan, Prambanan 1.986 kendaraan, Piyungan 891 kendaraan dan dari barat DIY sebanyak 1.732 kendaraan,” katanya Rabu (27/4/2022).

BACA JUGA: Gunakan Transportasi Umum, 35.000 Pemudik Sudah Tiba di DIY

Sedangkan dari sisi jenis kendaraan keluar untuk sepeda motor tercatat sekitar 68,8%, mobil pribadi 25,1%, bus 4,1% dan truk sebanyak 2,2%. Sedangkan jenis kendaraan masuk terpantau motor sebanyak 70,7%, mobil pribadi 22,4%, bus sebanyak 4,3% dan truk 2,5%.

“Kami memang berupaya untuk mengarahkan agar tidak melewati kota karena pasti akan terjadi kepadatan. Tetapi untuk rekayasa memang menjadi kewenangan kepolisian, kami mendukung dari sisi infrastruktur,” kata Made.

Ia memastikan terkait rambu penunjuk arah jalur alternatif telah banyak dipasang secara portabel. Pemasangan tersebut untuk memudahkan pemudik yang memilih jalur alternatif. “Untuk rambu penunjuk jalan sudah dipasang walaupun masih secara darurat, karena memang kalau harus permanen kami tidak ada anggaran khusus untuk itu,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement