Portal Jembatan Lodji Dipasang, Pemkot Pekalongan Jaga Cagar Budaya
Pemkot Pekalongan kembali memasang portal Jembatan Lodji Lama untuk melindungi cagar budaya dan mencegah kerusakan akibat kendaraan berat.
Sejumlah tokoh organisasi, akademisi dan ulama dalam diskusi kebangsaan, Kamis (28/4/2022). /Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah resmi mewajibkan Pancasila sebagai mata pelajaràn (mapel) wajib untuk jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Kebijakan ini diambil lantaran dinilai sudah terlalu lama Pancasila tidak masuk ke Sisdiknas sebagai mapel wajib.
Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso menyatakan nilai Pancasila harus terus disampaikan ke generasi muda, salah satu yang efektif melalui pendidikan.
BACA JUGA: Kompak, Pasangan Jogja Ini Edarkan Sabu
Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib di PAUD hingga mahasiswa perguruan tinggi pada tahun ajaran baru mendatang.
Dia berharap estimasi materi disampaikan 30% berupa teori dan 70% praktik. Dengan begitu, guru harus mampu berinovasi mengembangkan materi ajar Pancasila yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagai contoh soal sila berkemanusiaan misalnya, bagaimana penerapaan bagi anak TK atau PAUD? Mungkin yang ringan saja dari berbagi ayunan dan kelereng untuk sesama teman itu bisa menjadi praktik Pancasila dalam kehidupan," katanya dalam diskusi kebangsaan pada Kamis (28/4/2022).
Ketua PW Fatayat NU DIY, Maryam Fithriati menilai kebijakan memasukkan Pancasila sebagai satu pelajaran wajib bagi anak PAUD hingga mahasiswa seharusnya berjalan sejak lama. Akibatnya Pancasila nyaris mengalami kekosongan dalam Sisdiknas.
BACA JUGA: Mewujudkan Pendidikan yang Layak Bagi Anak-anak Disabilitas
Kondisi tersebut berdampak pada pelajar tidak banyak memahami pancasila bahwa ada yang melakukan penolakan. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi BPIP selaku lembaga yang menangani isu Pancasila.
"Sebenarnya ini berat sekali. Untuk mengejar 18-20 tahun silam, kevakuman itu jadi tentu akan tantangan BPIP. Apalagi selama ini ruang-ruang informal banyak yang tidak tersentuh sosialisasi Pancasila," katanya.
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama, Widya Priyahita menilai ada dua kemungkinan yang bakal menimpa masyarakat di masa depan. Antara lain terpecah karena konflik seperti perang atau sebaliknya justru hidup damai, sejahtera dan harmonis. Soal kehidupan masa mendatang ini Indonesia bisa menjadi model karena dengan Pancasila bisa hidup harmonis. Oleh karena itu pancasila harus terus dibumikan ke generasi muda, salah satunya melalui mata pelajaran.
"Harus ada strategi baru supaya ilmu mahasiswa tetap relevan. Pancasila harus terus dibumikan di kalangan anak muda," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Sleman KH Irwan Masduqi menyatakan dalam sejumlah riset ada persentase dari generasi muda yang sepakat jika pancasila diganti. Menurutnya sila dalam pancasila sesuai dengan syariat Islam, sehingga jangan sampai antara keduanya saling dibenturkan.
"Kondisi itu seiring keinginan sejumlah pihak mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sila-sila Pancasila itu sesuai dengan nilai-nilai Islam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Pekalongan kembali memasang portal Jembatan Lodji Lama untuk melindungi cagar budaya dan mencegah kerusakan akibat kendaraan berat.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 19 Juni 2026 lengkap, termasuk layanan Xpress. Cek jam keberangkatan dari Tugu Jogja ke bandara.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Jumat 19 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Polda Jogja Jumat 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 19 Juni 2026 cerah di semua wilayah, suhu hingga 32°C, lengkap data BMKG terbaru.
Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026 jadi laga hidup mati Grup D yang menentukan nasib kedua tim di fase grup.