Advertisement
Jauh dari Target, Capaian Booster di Bantul baru 20%
Masyarakat melakukan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Bantul pada Selasa (10/5/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Capaian vaksinasi booster di Kabupaten Bantul tercatat masih rendah. Angka tersebut kontras dengan capaian vaksinasi dosis I dan II.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja menyebutkan capaian vaksinasi booster di Kabupaten Bantul saat ini baru dikisaran 20%.
Advertisement
Secara detail, hingga Selasa (10/5), dari 752.225 sasaran vaksinasi dosis III, tercatat baru 144.253 orang yang melakukan booster (19,18%). Capaian ini berbanding terbalik dengan vaksinasi dosis II, di mana dari 899.352 sasaran, sudah sebanyak 757.041 orang (84,18%) divaksin.
BACA JUGA: TPST Piyungan Ditutup, Begini Tumpukan Sampah di Depo Sampah Pasar Bantul
Menurut Agus, rendahnya angka vaksinasi booster disebabkan presepsi masyarakat yang mengira vaksinasi lengkap hanya dua dosis, tanpa harus melengkapinya dengan vaksinasi booster. "Kalau saya deteksi, pemahaman masyarakat itu karena narasi yang selalu dibangun, vaksinasi lengkap itu satu dan dua," tuturnya dikutip pada Rabu (11/5/2022).
Agus berpandangan, bila vaksinasi dua menjadi syarat berbagai hal dalam berkegiatan seperti mendapatkan bantuan, akses layanan asministrasi dan pemerintah hingga masuk mal. Namun pada vaksinasi booster, tidak diberlakukan yang serupa. "Sehingga masyarakat tentu kurang termotivasi," ujarnya.
BACA JUGA: TPST Masih Diblokade, Pemkab Bantul Hanya Ambil Sampah di Tempat Publik
Vaksinasi booster sempat melejit saat dipakai sebagai syarat mudik. Namun dari pantauan Agus, warga yang melakukan booster kebanyakan hanya masyarakat yang hendak malakukan mudik.
Menyiasati tren vaksinasi booster yang rendah Agus menyarankan penerima BLT harus terlebih dahulu melakukan vaksinasi booster. Mandatori vaksinasi booster ini telah dibicarakan dengan Sekda Bantul.
"Kami sudah bertemu pak Sekda untuk kemudian coba pada saatnya kami akan mandatori. Bahwa semua layanan administrasi pemerintahan, kami mungkin sarankan booster. Semata-mata untuk melindungi masyarakat dan kita semua. Supa kasus yang turun kita pertahankan turun," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Urai Kepadatan, Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Arus Balik
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement







