Tol Ruas Trihanggo Junction Sleman Ditarget Tuntas Agustus
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Kendati berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah titik pembuangan, pemblokadean TPST Piyungan belum juga dibuka warga.
Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menyiapkan sejumlah strategi mengatasi tumpukan sampah di tempat publik.
Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho membenarkan bahwa sampai Selasa (10/5/2022) belum ada informasi pembukaan kembali TPST Piyungan.
"Hari ini [Selasa] kami masih belum melayani [pembuangan sampah]," ujarnya.
"Jadi terkait dengan pembukaan biasanya nanti dikabari dari pengelola DIY. Sampai hari ini kami juga belum melakukan pelayanan, nanti kalau melakukan pelayanan tapi belum buka kan tidak bisa membuang," tandasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi ini, pengambilan sampah hanya dilakukan di tempat publik, misalnya Taman Paseban.
Sampah di tempat-tempat publik lalu dikumpulkan sementara di kontainer-kontainer sampah yang dimiliki DLH Bantul.
"Kalau kontainer paling kapasitasnya tiga ton, paling kita punya sekitar kontainer 20, ya bisa sampai 60 ton. Sampai dengan hari ini paling baru sekitar lima ton, dua kontainer. Prioritas baru itu [sampah di tempat publik]. Sehingga baru sekitar 20 persen," jelasnya.
Sebelumnya Koordinator Aksi Banyakan Bergerak, Herwin Arfianto pada Senin (9/5) menuturkan bila hingga hari ketiga penutupan puluhan truk yang hendak masuk ke arah TPST Piyungan diminta putar balik.
Persoalan limbah dan perizinan menjadi dua alasan yang disebutkan Herwin membuat langkah penutupan TPST Piyungan dilakukan.
Meski sempat ditawarkan audiensi dengan dengan Sekda DIY pada hari ketiga penutupan, pihaknya menolak dan tetap kekeh menginginkan beraudiensi langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
"Target utama kami berdiskusi untuk berdialog dengan Bapak Gubernur, selain Bapak Gubernur kami tidak mau," ujarnya.
Adapun tuntutan utama yang disuarakan warga aksi ialah penutuapan TPST Piyungan secara permanen.
"Kalau sampai kapan [pemblokadean TPST], tuntutannya tutup untuk selamanya. Biar pindah lokasi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.