Advertisement

Puluhan Karya Kriya Dipamerkan di TBY, Pengunjung Bisa Nonton Secara Luring

Sunartono
Senin, 23 Mei 2022 - 09:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Puluhan Karya Kriya Dipamerkan di TBY, Pengunjung Bisa Nonton Secara Luring Pembukaan Pameran Matra Kriya Festival 2022 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (22/5/2022). - ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 51 karya seni kriya dipamerkan dalam perhelatan Matra Kriya Festival 2022 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), mulai Sabtu (21/5/2022) hingga Sabtu (28/6/5)2022). Pameran ini sudah bisa dinikmati penonton secara luring dengan tetap menerapkan protokol BB kesehatan.

Dalam pameran ini juga ditentukan 12 nominasi sebagai karya terbaik dalam MKF 2022. Selanjutnya karya seniman yang masuk dalam nominasi itu akan mempresentasikan di hadapan dewan juri pada 24 Mei 2022 mendatang. Para peserta yang ikut dalam pameran tersebut sebelumnya telah dilakukan seleksi sejak Maret 2022 lalu.

Melalui pameran itu harapannya para seniman mampu menampilkan karya ornamen unik. Secara umum karya yang ditampilkan mampu memuat hal yang baru. Istimewanya pameran ini sudah bisa dinikmati secara luring.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Kini penyelanggaraan Matra Kriya Festival 2022 telah bisa dinikmati masyarakat luas secara langsung tentu saja masih dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi saat pembukaan pameran, Sabtu.

Ia menambahkan pameran itu mengangkat tema From Hands To Something atau bisa diterjemahkan dalam bahasa jawa Hasta Makirtya Rupa. Pameran ini sebagai upaya membangkitkan kembali gairah berkesenian kepada seniman kriya setelah dua tahun lalu di masa pandemi

"Terutama karya-karya tidak mempunyai banyak pilihan ruang kreatif untuk memperkenalkan kepada publik," katanya.

Dian mengatakan seni kriya sebagai salah satu cabang seni rupa yang menghasilkan benda kerajinan bernilai seni dan membutuhkan keahlian tangan yang tinggi untuk menciptakannya merupakan kekayaan nusantara yang berharga.

"Karya-karya empu yang mumpuni telah menjadi identitas dari kebudayaan dari dulu, sehingga tidak berlebihan bila kami menempatkan karya seni kriya sebagai satu cabang seni yang penting untuk dikembangkan," katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jelajah Kuliner: Cerita Presiden Sampai Legenda Komedian di Tahu Pojok Magelang

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement