Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Sejumlah produk IMK ditampilkan dalam sebuah pameran./Istimewa-Dinas Perdagangan Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan menggelar pameran potensi daerah bertajuk Gunungkidul Expo 2022. Kegiatan ini diselenggarakan di Taman Budaya Gunungkidul mulai 27-31 Mei 2022.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan Gunungkidul Expo 2022 diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan hari jadi kabupaten ke-191. Rencananya pameran dilaksankaan selama lima hari mulai Jumat (27/5/2022) hingga Selasa (31/5/2022). “Untuk tempatnya berlokasi di Taman Budaya,” kata Kelik, Kamis (26/5/2022).
Dia menjelaskan, ada sekitar 50 Industri Kecil Menengah (IKM) yang berpartisipasi dalam pameran. Para peserta ini memiliki berbagai sektor usaha mulai dari budidaya bonsai, aneka jamu atau makanan tradisional, dan berbagai macam potensi daerah. “Mudah-mudahan kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurut dia, pameran potensi daerah merupakan event rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Namun demikian, sejak adanya pandemi Covid, pelaksanaan menjadi terkendala. Sebagai contoh, tahun lalu pelaksanaan hanya secara daring.
“Kalau sekarang dilakukan secara langsung dan terbuka untuk umum. Masyarakat bisa datang menyaksikan pameran,” katanya.
Kepala Seksi Promosi dan Pengembangan Usaha Dinas Perdagangan Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan pameran Gunungkidul Expo 2022 diharapkan menjadi salah satu sarana mengenalkan produk-produk lokal di Bumi Handayani. Menurut dia, potensi IKM yang dimiliki sangat banyak sehingga dibutuhkan fasilitas untuk memperkenalkan.
“Salah satunya melalui Gunungkidul Expo. Jadi, kegiatan ini untuk ajang promosi. Harapannya produk masyarakat bisa dikenal. Harapannya dengan semakin terkenal maka dapat memberikan dampak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Menurut dia, kegiatan tidak hanya menampilkan produk dari masyarakat, tapi juga ada berbagai hiburan kesenian rakyat. Beberapa hiburan yang ditampilkan mulai dari Jathilan, Reog, Rampak Kendang, ada Jogedan Mataram dan lain sebagainya.
Kegiatan hiburan tersebut dilaksanakan di amphiteater di area Taman Budaya Gunungkidul. “Atraksi budaya untuk menarik minat masyarakat. Bagi yang tertarik bisa mengunjungi pameran dan menyaksikan hiburan yang disediakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.