Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Sejumlah produk IMK ditampilkan dalam sebuah pameran./Istimewa-Dinas Perdagangan Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan menggelar pameran potensi daerah bertajuk Gunungkidul Expo 2022. Kegiatan ini diselenggarakan di Taman Budaya Gunungkidul mulai 27-31 Mei 2022.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan Gunungkidul Expo 2022 diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan hari jadi kabupaten ke-191. Rencananya pameran dilaksankaan selama lima hari mulai Jumat (27/5/2022) hingga Selasa (31/5/2022). “Untuk tempatnya berlokasi di Taman Budaya,” kata Kelik, Kamis (26/5/2022).
Dia menjelaskan, ada sekitar 50 Industri Kecil Menengah (IKM) yang berpartisipasi dalam pameran. Para peserta ini memiliki berbagai sektor usaha mulai dari budidaya bonsai, aneka jamu atau makanan tradisional, dan berbagai macam potensi daerah. “Mudah-mudahan kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurut dia, pameran potensi daerah merupakan event rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Namun demikian, sejak adanya pandemi Covid, pelaksanaan menjadi terkendala. Sebagai contoh, tahun lalu pelaksanaan hanya secara daring.
“Kalau sekarang dilakukan secara langsung dan terbuka untuk umum. Masyarakat bisa datang menyaksikan pameran,” katanya.
Kepala Seksi Promosi dan Pengembangan Usaha Dinas Perdagangan Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan pameran Gunungkidul Expo 2022 diharapkan menjadi salah satu sarana mengenalkan produk-produk lokal di Bumi Handayani. Menurut dia, potensi IKM yang dimiliki sangat banyak sehingga dibutuhkan fasilitas untuk memperkenalkan.
“Salah satunya melalui Gunungkidul Expo. Jadi, kegiatan ini untuk ajang promosi. Harapannya produk masyarakat bisa dikenal. Harapannya dengan semakin terkenal maka dapat memberikan dampak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Menurut dia, kegiatan tidak hanya menampilkan produk dari masyarakat, tapi juga ada berbagai hiburan kesenian rakyat. Beberapa hiburan yang ditampilkan mulai dari Jathilan, Reog, Rampak Kendang, ada Jogedan Mataram dan lain sebagainya.
Kegiatan hiburan tersebut dilaksanakan di amphiteater di area Taman Budaya Gunungkidul. “Atraksi budaya untuk menarik minat masyarakat. Bagi yang tertarik bisa mengunjungi pameran dan menyaksikan hiburan yang disediakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.