Advertisement

Lari Lintas Alam Gumuk Pasir Parangkusumo Bantul Kembali Digelar Juni

Lugas Subarkah
Minggu, 29 Mei 2022 - 22:27 WIB
Budi Cahyana
Lari Lintas Alam Gumuk Pasir Parangkusumo Bantul Kembali Digelar Juni Race Director Coast to Coast Night Trail Ultra, Roostian Gamananda (kiri) dalam konferensi pers di Kopi Piknik, Minggu (29/5/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setelah absen karena pandemi Covid-19, Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra kembali digelar oleh komunitas Trail Runners Yogyakarta di gumuk pasir Parangkusumo, Bantul, pada Juni mendatang. Sedikirnya 875 peserta dari 12 negara tercatat mengikuti lari lintas alam ini.

Race Director Coast to Coast Night Trail Ultra, Roostian Gamananda, menjelaskan CTC yang akan digelar pada 11-12 Juli mendatang ini merupakan event yang selalu ditunggu para pelari lintas alam di Indonesia, khususnya karena menyajikan lanskap pantai yang berbeda dari lari lintas alam di Indonesia lainnya yang biasa mengambil rute pegunungan.

CTC kali ini diikuti oleh 876 peserta dari 12 negara, di antaranya Australia, Republik Cheska, Prancis, Jerman, India, Jepang, Belanda, Singapura, Inggris dan lainnya. Jumlah peserta kali ini 875 orang, lebih sedikit dari penyelenggaraan terakhir pada awal 2020, yakni sebanyak 1.326 peserta.

Pembatasan jumlah peserta ini menurutnya merupakan bentuk penyesuaian karena saat ini pandemi Covid-19 meski sudah menurun, tapi masih tetap ada.

“CTC merupakan sport tourism, kami ingin membantu pemerintah untuk memajukan perekonomian wilayahnya dengan mengundang pelari asing dari mancanegara dan nasional,” ujarnya dalam Konferensi Pers CTC di Kopi Piknik, Minggu (29/5/2022).

Pada penyelenggaraan kali ini, CTC membuka lima kategori jarak, yakni 5K, 13K, 25K, 50K dan 70K.

“Jarak 5K dan 13K kami buat untuk dijajal para pelari road yang ingin mencoba dengan distance yang pendek. Biasanya para peserta datang kembali untuk mencoba jarak yang lebih jauh di tahun selanjutnya,” ungkapnya.

Start dan finis di Museum Gumuk Pasir Parangkusumo, para peserta akan melintasi rute dengan medan yang cukup beragam, mulai dari pesisir pantai selatan, perbukitan di Purwosari, hingga Goa Cermai untuk pelari dengan kategori jarak 50K dan 70K.

Untuk menjaga energi para peserta, panitia menyiapkan waterstation di setiap 6 km. Khusus untuk kategori 5K, waterstation ada di Km 2,5. Di sini, para peserta bisa menikmati hidangan buah buahan, energy bar yang disediakan strive, mi instan, minuman isotonik hingga kopi.

Karena berlangsung pada malam hari, peserta wajib membawa headlamp. “Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, panitia mewajibkan peserta membawa mandatory gears ketika berlari, di antaranya dua buah headlamp, running vest 6L, botol minum minimal 2L dan poncho running,” ungkapnya.

Advertisement

Event Partner dari Isport, Pandu Bagus Buntara, mengatakan CTC menjadi sport tourism yang akan mendatangkan turis dari berbagai negara. Lari lintas alam menjadi kegiatan yang cocok karena Indonesia memiliki bentang alam yang sangat beragam, termasuk gumuk pasir.

“Kami memiliki paket lengkap. Kalau saya bilang di Jogja semua orang bisa menikmati dari pantai, gunung, bukit, temple, culture yang sangat mempesona. Coast to Coast adalah salah satu yang memiliki tema unik, lari dari pantai ke pantai,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 12 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement