Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Race Director Coast to Coast Night Trail Ultra, Roostian Gamananda (kiri) dalam konferensi pers di Kopi Piknik, Minggu (29/5/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setelah absen karena pandemi Covid-19, Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra kembali digelar oleh komunitas Trail Runners Yogyakarta di gumuk pasir Parangkusumo, Bantul, pada Juni mendatang. Sedikirnya 875 peserta dari 12 negara tercatat mengikuti lari lintas alam ini.
Race Director Coast to Coast Night Trail Ultra, Roostian Gamananda, menjelaskan CTC yang akan digelar pada 11-12 Juli mendatang ini merupakan event yang selalu ditunggu para pelari lintas alam di Indonesia, khususnya karena menyajikan lanskap pantai yang berbeda dari lari lintas alam di Indonesia lainnya yang biasa mengambil rute pegunungan.
CTC kali ini diikuti oleh 876 peserta dari 12 negara, di antaranya Australia, Republik Cheska, Prancis, Jerman, India, Jepang, Belanda, Singapura, Inggris dan lainnya. Jumlah peserta kali ini 875 orang, lebih sedikit dari penyelenggaraan terakhir pada awal 2020, yakni sebanyak 1.326 peserta.
Pembatasan jumlah peserta ini menurutnya merupakan bentuk penyesuaian karena saat ini pandemi Covid-19 meski sudah menurun, tapi masih tetap ada.
“CTC merupakan sport tourism, kami ingin membantu pemerintah untuk memajukan perekonomian wilayahnya dengan mengundang pelari asing dari mancanegara dan nasional,” ujarnya dalam Konferensi Pers CTC di Kopi Piknik, Minggu (29/5/2022).
Pada penyelenggaraan kali ini, CTC membuka lima kategori jarak, yakni 5K, 13K, 25K, 50K dan 70K.
“Jarak 5K dan 13K kami buat untuk dijajal para pelari road yang ingin mencoba dengan distance yang pendek. Biasanya para peserta datang kembali untuk mencoba jarak yang lebih jauh di tahun selanjutnya,” ungkapnya.
Start dan finis di Museum Gumuk Pasir Parangkusumo, para peserta akan melintasi rute dengan medan yang cukup beragam, mulai dari pesisir pantai selatan, perbukitan di Purwosari, hingga Goa Cermai untuk pelari dengan kategori jarak 50K dan 70K.
Untuk menjaga energi para peserta, panitia menyiapkan waterstation di setiap 6 km. Khusus untuk kategori 5K, waterstation ada di Km 2,5. Di sini, para peserta bisa menikmati hidangan buah buahan, energy bar yang disediakan strive, mi instan, minuman isotonik hingga kopi.
Karena berlangsung pada malam hari, peserta wajib membawa headlamp. “Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, panitia mewajibkan peserta membawa mandatory gears ketika berlari, di antaranya dua buah headlamp, running vest 6L, botol minum minimal 2L dan poncho running,” ungkapnya.
Event Partner dari Isport, Pandu Bagus Buntara, mengatakan CTC menjadi sport tourism yang akan mendatangkan turis dari berbagai negara. Lari lintas alam menjadi kegiatan yang cocok karena Indonesia memiliki bentang alam yang sangat beragam, termasuk gumuk pasir.
“Kami memiliki paket lengkap. Kalau saya bilang di Jogja semua orang bisa menikmati dari pantai, gunung, bukit, temple, culture yang sangat mempesona. Coast to Coast adalah salah satu yang memiliki tema unik, lari dari pantai ke pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin 22 Juni 2026.
Kadipaten Pakualaman tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang budaya dan pemerintahan, tetapi juga memiliki perhatian khusus pada dunia pendidikan
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dari ketinggian 2.330 meter, para pelari tak hanya mengejar garis finis—mereka mengejar harapan baru bagi pariwisata dan ekonomi Jawa Tengah.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin 22 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.