WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Salah satu bangunan cagar budaya yang terletak di sekitar Pasar Godean, Senin (30/5/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pasar Godean segera direvitalisasi. Selain menjadi pusat perbelanjaan, pasar yang menyimpan benda cagar budaya hingga makam yang masih kerap diziarahi ini juga akan dijadikan wisata alternatif.
Kepala UPT Pelayanan Pasar Wilayah 1, Robertus Esthi Raharja Prasetya, menuturkan di Pasar Godean terdapat benda cagar budaya yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY, yakni sebuah konstruksi jam yang terletak di sudut barat daya pasar atau sisi timur laut simpang empat Godean.
BACA JUGA: Proyek Infrastruktur Masif, Ruang Hidup Warga Marjinal di DIY-Jateng Terancam
Selain itu, di sisi selatan pasar terdapat sebuah makam yang menurut cerita masyarakat adalah makam Mbah Jembrak. Makam ini terdapat di dalam ruangan sempit dengan pintu tertutup. Meski demikian, setiap orang bisa membuka dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tentang makam ini menurutnya banyak versi yang mengiringi keberadaannya. Ada yang mengatakan Mbah Jembrak punya leluhur orang Godean, ada yang mengatakan merupakan orang Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, ada pula yang mempercayainya sebagai guru spiritual.
Yang pasti, hingga saat ini makam tersebut masih banyak yang diziarahi baik baik perorangan, rombongan kecil, bahkan rombongan dengan bus. “Tadi siang, karena besok itu Selasa Kliwon, ada juga yang bersih-bersih di makam itu,” katanya.
Tidak ada sumber tertulis terkait keberadaan makam tersebut. Namun, peziarah banyak berdatangan dari berbagai daerah terutama pada hari-hari tertentu. Dalam rencana revitalisasi, makam ini pun tidak akan dihilangkan, tetapi justru akan diperbaiki.
“Karena ini adalah sebuah cagar budaya, ini dilestarikan tidak dihancurkan. Situs makam ini kemudian diberikan tempat yang lebih enak, lebih nyaman tanpa harus mengubah makamnya,” kata dia.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Tina Hastani, menjelaskan saat ini pembangunan Pasar Godean masih menunggu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena dana pembangunan dari Pemerintah Pusat.
“Sementara ini kami sedang berproses melengkapi semua dokumen, persyaratan yang dibutuhkan, koordinasi dan sebagainya. Intinya kami sedang mempersiapkan semuanya sesiap mungkin,” ujarnya.
BACA JUGA: Suhu Pagi Hari di Sleman Semakin Dingin
Desain revitalisasi Pasar Godean, kata dia, digodok sebaik mungkin sehingga ramah kepada pedagang maupun pengunjung tanpa mengabaikan nilai-nilai seni dan budaya. “Semoga pasarnya cantik pedagangnya tambah laris,” ungkapnya.
Selain Pasar Godean, sejumlah pasar lainnya juga akan menjadi wisata alternatif, meliputi Pasar Ngino, Kapanewon Seyegan; Pasar Pakem, Kapanewon Pakem; Pasar Balangan, Kapanewon Minggir; Pasar Gamping, Kapanewon Gamping; Pasar Sambilegi, kapanewon Depok dan Pasar Jangkang, kapanewon Ngemplak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.