Hasil Marseille vs PSG 1-2, Les Parisiens Menang Dramatis
PSG menang 2-1 atas Marseille pada pekan kelima Liga Prancis 2026/27 lewat gol Ferran Torres dan Marquinhos.
Nanik Setyawati saat mengoperasikan teropong digital kanker serviks buatannya, Kamis (2/6/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Keterbatasan visual sering menjadi kendala bagi tenaga kesehatan untuk menjelaskan deteksi dini kanker serviks. Seorang dosen kebidanan, Nanik Setyawati berusaha memecahkan persoalan itu dengan menciptakan sebuah alat portabel yang bisa digunakan untuk deteksi dini kanker serviks.
Alat ini menarik minat para tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas. Bahkan saat ini, banyak dari mereka yang sudah memesan alat itu.
Alat itu terdiri atas konsol sebagai pengendali server (peladen) yang sudah dilengkapi dengan wifi. Nanik mengonsep konsol ini kemudian bekerja sama dengan mitra untuk menuntaskan sebuah piranti konsol digital ini.
BACA JUGA: OPINI: Ibis Yogyakarta Malioboro Pasca Pandemi Covid-19
Kemudian dia membuat sebuah stik seukuran pena yang ujungnya dilengkapi dengan kamera kecil dan di bagian pangkal terdapat kabel untuk koneksi. Stik ini disebutnya dengan istilah teropong.
Untuk mengoperasikan kedua piranti ini didukung dengan sebuah powerbank dan ponsel. Caranya konsol dikoneksikan dengan stik teropong, sedangkan teropong tersebut dikoneksikan dengan ponsel android. Konsol juga dikoneksikan dengan powerbank agar memiliki daya. Melalui kamera tersebut deteksi dini maupun kondisi kanker serviks bisa dilihat melalui ponsel.
Nanik mengatakan teropong digital ini telah melalui lima kali uji mulai dari uji alat dengan eksperimen melibatkan pasien serta meminta bidan di DIY dan luar DIY hingga uji ilmiah.
Hasilnya alat tersebut dinilai tangguh, selain itu mampu menjawab kebutuhan bidan dalam membantuk deteksi dini dan pengobatan kanker serviks. Karena biasanya pemeriksaan dilakukan secara manual.
"Kami sudah menguji secara langsung, hasilnya para bidan merasakan ada perbedaan signifikan antara melihat secara manual dengan menggunakan teropong ini. Selain itu bisa memperlihatkan langsung gambar atau kondisinya ke pasien, evaluasinya jadi maksimal, kalau kondisi membaik pasien bisa melihat begitu sebaliknya," kata Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA: Balai Budaya di DIY Bisa Kembangkan Potensi Kalurahan
Nanik mengatakan pembuatan alat tersebut cukup murah, menghabiskan dana sekitar Rp2 juta. Saat ini sedang dalam proses permohonan untuk dipatenkan setelah itu rencananya akan diproduksi massal. Mengingat dari para bidan yang bertugas sudah banyak memesan.
"Sudah ada 10 lebih pemesan, ada yang dari luar DIY, tetapi kami belum berani produksi massal, sebelum dipatenkan," katanya.
Direktur Poltekkes Kemenkes, Joko Susilo menyatakan teropong digital kanker serviks buatan Nanik Setyawati merupakan karya terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui alat yang murah dan mudah digunakan itu masyarakat bisa melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks. Selain itu kit atau tas pembungkus alat tersebut memanfaatkan daur ulang sampah plastik.
"Melalui karya cipta ini beliau akan mewakili DIY untuk menjadi dosen berprestasi tingkat nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSG menang 2-1 atas Marseille pada pekan kelima Liga Prancis 2026/27 lewat gol Ferran Torres dan Marquinhos.
PSIM Jogja memperbaiki saluran air kamar mandi tribun terbuka Stadion Sultan Agung dari gate 1 hingga 14 demi meningkatkan kenyamanan suporter.
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Gedung Putih meluncurkan Trump TV 24 jam melalui YouTube di tengah sengketa dengan CNN, MS NOW dan Politico yang menggugat larangan peliputan.
BMKG prediksi suhu panas hingga Oktober 2026. Pemilik kendaraan wajib periksa 6 komponen mobil sebelum perjalanan jauh agar tetap aman dan prima
Uji coba Kelok 23 selesai. Jalan Kretek-Girijati ditutup sementara untuk penyelesaian Lot 17A dan evaluasi keselamatan lalu lintas.