Jadwal SIM Keliling Bantul Sabtu 5 September 2026, Malam Hari di Kantor Arsip
Jadwal SIM Keliling Bantul Sabtu 5 September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nanik Setyawati saat mengoperasikan teropong digital kanker serviks buatannya, Kamis (2/6/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Keterbatasan visual sering menjadi kendala bagi tenaga kesehatan untuk menjelaskan deteksi dini kanker serviks. Seorang dosen kebidanan, Nanik Setyawati berusaha memecahkan persoalan itu dengan menciptakan sebuah alat portabel yang bisa digunakan untuk deteksi dini kanker serviks.
Alat ini menarik minat para tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas. Bahkan saat ini, banyak dari mereka yang sudah memesan alat itu.
Alat itu terdiri atas konsol sebagai pengendali server (peladen) yang sudah dilengkapi dengan wifi. Nanik mengonsep konsol ini kemudian bekerja sama dengan mitra untuk menuntaskan sebuah piranti konsol digital ini.
BACA JUGA: OPINI: Ibis Yogyakarta Malioboro Pasca Pandemi Covid-19
Kemudian dia membuat sebuah stik seukuran pena yang ujungnya dilengkapi dengan kamera kecil dan di bagian pangkal terdapat kabel untuk koneksi. Stik ini disebutnya dengan istilah teropong.
Untuk mengoperasikan kedua piranti ini didukung dengan sebuah powerbank dan ponsel. Caranya konsol dikoneksikan dengan stik teropong, sedangkan teropong tersebut dikoneksikan dengan ponsel android. Konsol juga dikoneksikan dengan powerbank agar memiliki daya. Melalui kamera tersebut deteksi dini maupun kondisi kanker serviks bisa dilihat melalui ponsel.
Nanik mengatakan teropong digital ini telah melalui lima kali uji mulai dari uji alat dengan eksperimen melibatkan pasien serta meminta bidan di DIY dan luar DIY hingga uji ilmiah.
Hasilnya alat tersebut dinilai tangguh, selain itu mampu menjawab kebutuhan bidan dalam membantuk deteksi dini dan pengobatan kanker serviks. Karena biasanya pemeriksaan dilakukan secara manual.
"Kami sudah menguji secara langsung, hasilnya para bidan merasakan ada perbedaan signifikan antara melihat secara manual dengan menggunakan teropong ini. Selain itu bisa memperlihatkan langsung gambar atau kondisinya ke pasien, evaluasinya jadi maksimal, kalau kondisi membaik pasien bisa melihat begitu sebaliknya," kata Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA: Balai Budaya di DIY Bisa Kembangkan Potensi Kalurahan
Nanik mengatakan pembuatan alat tersebut cukup murah, menghabiskan dana sekitar Rp2 juta. Saat ini sedang dalam proses permohonan untuk dipatenkan setelah itu rencananya akan diproduksi massal. Mengingat dari para bidan yang bertugas sudah banyak memesan.
"Sudah ada 10 lebih pemesan, ada yang dari luar DIY, tetapi kami belum berani produksi massal, sebelum dipatenkan," katanya.
Direktur Poltekkes Kemenkes, Joko Susilo menyatakan teropong digital kanker serviks buatan Nanik Setyawati merupakan karya terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui alat yang murah dan mudah digunakan itu masyarakat bisa melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks. Selain itu kit atau tas pembungkus alat tersebut memanfaatkan daur ulang sampah plastik.
"Melalui karya cipta ini beliau akan mewakili DIY untuk menjadi dosen berprestasi tingkat nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul Sabtu 5 September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.