Ini 10 Kampus Swasta Terbaik Akreditasi Unggul di Jogja
Berikut daftar 10 PTS terbaik berakreditasi Unggul di Jogja yang masih membuka jalur mandiri usai hasil UTBK SNBT 2026.
Nanik Setyawati saat mengoperasikan teropong digital kanker serviks buatannya, Kamis (2/6/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Keterbatasan visual sering menjadi kendala bagi tenaga kesehatan untuk menjelaskan deteksi dini kanker serviks. Seorang dosen kebidanan, Nanik Setyawati berusaha memecahkan persoalan itu dengan menciptakan sebuah alat portabel yang bisa digunakan untuk deteksi dini kanker serviks.
Alat ini menarik minat para tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas. Bahkan saat ini, banyak dari mereka yang sudah memesan alat itu.
Alat itu terdiri atas konsol sebagai pengendali server (peladen) yang sudah dilengkapi dengan wifi. Nanik mengonsep konsol ini kemudian bekerja sama dengan mitra untuk menuntaskan sebuah piranti konsol digital ini.
BACA JUGA: OPINI: Ibis Yogyakarta Malioboro Pasca Pandemi Covid-19
Kemudian dia membuat sebuah stik seukuran pena yang ujungnya dilengkapi dengan kamera kecil dan di bagian pangkal terdapat kabel untuk koneksi. Stik ini disebutnya dengan istilah teropong.
Untuk mengoperasikan kedua piranti ini didukung dengan sebuah powerbank dan ponsel. Caranya konsol dikoneksikan dengan stik teropong, sedangkan teropong tersebut dikoneksikan dengan ponsel android. Konsol juga dikoneksikan dengan powerbank agar memiliki daya. Melalui kamera tersebut deteksi dini maupun kondisi kanker serviks bisa dilihat melalui ponsel.
Nanik mengatakan teropong digital ini telah melalui lima kali uji mulai dari uji alat dengan eksperimen melibatkan pasien serta meminta bidan di DIY dan luar DIY hingga uji ilmiah.
Hasilnya alat tersebut dinilai tangguh, selain itu mampu menjawab kebutuhan bidan dalam membantuk deteksi dini dan pengobatan kanker serviks. Karena biasanya pemeriksaan dilakukan secara manual.
"Kami sudah menguji secara langsung, hasilnya para bidan merasakan ada perbedaan signifikan antara melihat secara manual dengan menggunakan teropong ini. Selain itu bisa memperlihatkan langsung gambar atau kondisinya ke pasien, evaluasinya jadi maksimal, kalau kondisi membaik pasien bisa melihat begitu sebaliknya," kata Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA: Balai Budaya di DIY Bisa Kembangkan Potensi Kalurahan
Nanik mengatakan pembuatan alat tersebut cukup murah, menghabiskan dana sekitar Rp2 juta. Saat ini sedang dalam proses permohonan untuk dipatenkan setelah itu rencananya akan diproduksi massal. Mengingat dari para bidan yang bertugas sudah banyak memesan.
"Sudah ada 10 lebih pemesan, ada yang dari luar DIY, tetapi kami belum berani produksi massal, sebelum dipatenkan," katanya.
Direktur Poltekkes Kemenkes, Joko Susilo menyatakan teropong digital kanker serviks buatan Nanik Setyawati merupakan karya terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui alat yang murah dan mudah digunakan itu masyarakat bisa melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks. Selain itu kit atau tas pembungkus alat tersebut memanfaatkan daur ulang sampah plastik.
"Melalui karya cipta ini beliau akan mewakili DIY untuk menjadi dosen berprestasi tingkat nasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berikut daftar 10 PTS terbaik berakreditasi Unggul di Jogja yang masih membuka jalur mandiri usai hasil UTBK SNBT 2026.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jepang menang 1-0 atas Islandia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Momen ini juga menjadi laga perpisahan kapten Maya Yoshida di Stadion Nasional Toky
Rempah alami seperti bawang putih, kunyit, jahe, dan rosemary diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Simak penjelasan ilmiah dan cara konsumsinya
KTM terseret skandal dugaan manipulasi motor off-road agar bisa digunakan di jalan raya. Investigasi media Eropa mengungkap praktik penurunan tenaga mesin sebel
Pertamina resmi mengubah harga BBM non-subsidi mulai 1 Juni 2026. Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.750 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex turun lebi