Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi minyak goreng untuk pelaku UMKM./Antara-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang minyak goreng curah di pasar tradisional Jogja mengeluh soal minimnya untung yang diperoleh lantaran harga eceran tertinggi (HET) dan modal yang sangat mepet. Akibatnya, pedagang hanya menyetok minyak goreng curah dengan jumlah yang sedikit meski permintaan cukup banyak dari konsumen.
Salah seorang pedagang minyak goreng curah di pasar Kranggan, Novianti menjelaskan, ia mesti memutar otak untuk memastikan bahwa untung tetap mengalir meski sedikit saat menjual minyak goreng curah. Ia menjual dengan harga Rp15.000 per liter kepada pembeli yang membawa tempat sendiri dan Rp15.500 untuk pembeli yang tidak membawa tempat.
BACA JUGA: Tiket Masuk Kawasan Borobudur Sampai Pelataran Candi Tetap Rp50.000
"Untungnya cuma Rp500, plastik aja harganya Rp200, ditambah kantongan sudah Rp300. Pedagang dapat apa. Nanti kalau alasan plastiknya mahal tidak boleh kan pedagangnya kasihan," katanya, Selasa (7/6/2022).
Novi mengaku mesti membatasi penjualan minyak goreng curah setiap harinya. Ia hanya menjual sebanyak dua sampai tiga jeriken dengan isi 16 kilogram per hari sebab untung yang kecil. "Makanya saya jualan curah sedikit aja, paling sehari dua sampai tiga jeriken. Kalau banyak-banyak cuma capek," ujarnya.
Padahal, menurutnya permintaan dari konsumen cukup tinggi untuk minyak goreng curah. Pilihan untuk menaikkan harga juga kurang tepat lantaran pemerintah telah menetapkan HET. Ia mengaku takut ditegur dari dinas perdagangan setempat.
"Kalau dituruti 10 jeriken ya juga habis, kalau kuat yang membungkusi ya, tapi kita kan untungnya terlalu mepet jadi malas. Kalau dinaikkan ya ditegur sama dinas," ungkapnya.
BACA JUGA: Haryadi Suyuti Ditangkap KPK, Sultan: Saya Yakin Bukti Lain akan Terungkap
Staf Pengawasan Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja, Sumarno memaparkan, di pasar Beringharjo harga minyak goreng curah berkisar antara Rp15.000-Rp16.000 per liter. Untuk HET minyak goreng curah sendiri berada di angka Rp14.000 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.