Advertisement
Tips Aman Pilih Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini mewabah di Indonesia menjadi ketakutan bagi masyarakat. Terlebih sebentar lagi Iduladha, dikhawatirkan hewan ternak yang akan disebembelih terinfeksi penyakit itu.
Kementerian Pertanian menyebut jumlah hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia mencapai 150.630 ekor hingga Senin (13/6/2022),
Advertisement
Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM, Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat membeli hewan ternak jelang hari raya kurban. Imbauan tersebut disampaikan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah merebak di Tanah Air.
"PMK ini tidak ditularkan ke manusia atau bukan penyakit zoonosis sehingga daging dan susu aman dikonsumsi. Namun demikian penyakit ini menular antar ternak dengan sangat cepat sehingga masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih hewan kurban, pastikan yang memang sehat dan memenuhi syarat," kata dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (15/6/2022).
Baca juga: 150.630 Hewan Ternak di Indonesia Terjangkit PMK
Ia pun membagikan tips terkait pemilihan hewan ternak untuk berkurban ditengah wabah PMK. Berikut ini tipsnya:
- Pedagang Besar
Upayakan membeli hewan kurban di tempat pedagang besar. "Lebih aman membeli hewan kurban di pedagang yang memiliki banyak hewan ternak karena mereka akan sangat menjaga kesehatan ternak-ternaknya agar tidak sampai tertular penyakit karena akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar," terang Nanung.
- Ada Garansi
Usahakan membeli hewan kurban pada pedagang yang mau memberikan jaminan atau garansi pada ternak yang diperjualbelikan. Apabila ternak yang dibeli nantinya menunjukkan gejala sakit, mereka bersedia untuk mengganti dengan ternak lain yang sehat.
- Mendekati Hari Raya
Lakukan pembelian hewan kurban mendekati hari raya kurban atau Iduladha. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko hewan kurban tertular penyakit.
- Lakukan Pengecekan
Jangan lupa pula untuk memastikan atau melakukan pengecekan kondisi ternak. Tidak hanya dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan saja, tetapi juga pastikan hewan tidak bergejala dan lingkungan sekitar tidak ada wabah PMK.
"Hindari untuk survei ternak dengan melakukan kunjungan dari kandang ke kandang karena berpotensi memperluas penularan PMK,"imbuh dosen Fakuktas Peternakan UGM ini.
Penularan PMK pada ternak dapat terjadi melalui kontak langsung antar ternak, kandang bersama, lalu lintas hewan tertular, kendaraan angkutan, udara, air, pakan/minum, feses ternak terjangkit, serta produk maupun orang yang terkontaminasi virus PMK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement